Sekdaprovsu Dorong Penerapan Disiplin Positif di Sekolah

- Sabtu, 27 Oktober 2018 15:07 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir102018/hariansib_Sekdaprovsu-Dorong-Penerapan-Disiplin-Positif-di-Sekolah.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
Workshop : Sekdaprovsu Sabrina sampaikan paparannya saat menghadiri acara Workshop Penerapan Disiplin Positif, Jumat (26/10) di Hotel Four Points Medan.(Foto SIB/Dok)
Medan (SIB)- Sekdaprovsu Hj Sabrina mendorong penerapan Disiplin Positif di lingkungan sekolah, karena pendidikan tanpa kekerasan sangat diperlukan anak-anak didik, sesuai  perkembangan zaman saat ini.

Hal itu disampaikan Sabrina saat menghadiri acara Workshop Penerapan Disiplin Positif, yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Provinsi Sumut bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jumat (26/10) di Medan.

Dia mengatakan, disiplin positif merupakan sebuah penerapan disiplin tanpa kekerasan dalam bentuk komunikasi melalui perilaku yang efektif antara orangtua, wali dan pendidik dengan anak. Hal itu berguna untuk memahami konsekuensi dari  perilaku dan menimbulkan rasa tanggung-jawab, serta rasa hormat ketika berinteraksi dengan lingkungannya melalui nilai kedisiplinan pada anak.

Dia mencontohkan, kalau dahulu untuk mendidik dan mendisplinkan anak selalu dilakukan dengan hukuman  fisik. Namun untuk generasi saat ini, cara tersebut tidak diperlukan lagi dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman. "Karena hasil  penelitian menunjukan bahwa hukuman fisik menimbulkan dampak negatif bagi anak, seperti putus sekolah, terhambatnya perkembangan anak, rasa tidak aman, rendahnya kreativitas anak, bahkan kematian," sebutnya.

Karenanya, kata dia, penerapan disiplin positif ini sangat baik untuk mendidik anak dan memahami apa yang menjadi problem dari anak-anak itu. "Sehingga anak-anak itu bisa terbebas dari permasalahannya dan dia bisa mengembangkan dirinya sesuai dengan minat, bakat dan karakternya," katanya.

Sabrina juga berharap kepada para pemangku kepentingan pendidikan anak, agar terus meningkatkan kapasitasnya yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. "Karena tidak mungkin kita terapkan pendidikan zaman 'old' kepada generasi zaman 'now'," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sabrina juga mengapresiasi pelaksanaan Workshop Penerapan Disiplin Positif tersebut. Diharapkan acara yang sama terus digelar ke depan, sehingga dapat menularkan Penerapan Disiplin Positif ke semua kabupaten/kota, khususnya yang ada di Sumut.(A11/c)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

IHSG Tetap Turun, Rupiah dan Harga Emas Terkoreksi

Medan Sekitarnya

Gemalaki Demo Desak Polda Sumut Tertibkan Galian C di Batubara

Medan Sekitarnya

Meski Mahal, Minat Masyarakat Beli Emas Tetap Membludak

Medan Sekitarnya

Platform ASN Digital Jadi Sorotan BKN untuk Pemkab Taput

Medan Sekitarnya

Peluang Terakhir Tembus 5 Besar, PSMS Wajib Tumbangkan FC Bekasi

Medan Sekitarnya

Bupati dan Wabup Sergai Siapkan Bonus untuk Riadi Saputra, Atlet NPCI Peraih 3 Medali di APG Thailand