Situs Warisan Dunia

Gubsu Minta Benteng Putri Hijau di Delitua Harus Dipertahankan

- Minggu, 28 Oktober 2018 13:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir102018/hariansib_Gubsu-Minta-Benteng-Putri-Hijau-di-Delitua-Harus-Dipertahankan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
Foto Bersama : Gubsu Edy Rahmayadi berfoto bersama dengan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Pembina Museum Situs Benteng Putri Hijau Syarifuddin Siba, para sejarawan dan lainnya usai menghadiri peluncuran Museum Situs Benteng Putri Hijau di Ballroom H
Medan (SIB)- Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan situs Benteng Puteri Hijau bukan hanya milik Sumatera Utara, namun juga warisan dunia yang harus dipertahankan. Hal tersebut dikatakannya saat memberikan arahan pada peluncuran museum situs Benteng Putri Hijau di Hotel Santika, Medan, Sabtu (27/10). 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekdaprovsu Hj R Sabrina, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Kadis Pariwisata Provinsi Sumut Hidayati, Pembina Museum Situs Benteng Putri Hijau Syarifuddin Siba serta Sultan Serdang, Sultan Kualuh dan Sultan Langkat dan para sejarawan.

Dia mengatakan, sudah ada ribuan rumah yang berdiri di atas situs warisan sejarah dunia tersebut. Hal itu harus segera dibenahi. Sebagai situs dunia, kata Edy, Benteng Putri Hijau harus segera diperhatikan dan dibenahi. "Kalau kita diamkan terus nanti kita seperti tidak bermoral, itu situs dunia," ucapnya.

Edy juga mengimbau masyarakat untuk menjaga situs-situs bersejarah. "Kalau bukan kita yang menjaganya siapa lagi," timpul Edy.

Selain itu, Gubsu juga meminta masyarakat terus menjaga adat dan budaya yang sudah mengakar di dalam diri masyarakat Sumut. Contohnya dengan melestarikan pakaian adat masing-masing suku di Sumut. "Tegakkan apapun sukunya, kekayaan adat budaya ini harus kita pertahankan," tuturnya.

Sementara Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ichwan Azhari mengatakan, Benteng Puteri Hijau sebagai situs yang luar biasa. "Situs ini tidak hanya menyimpan jejak sejarah Kerajaan Aru yang jadi titik awal, tapi ternyata dia jadi situs yang sangat penting yang tidak diketahui sebelumnya," katanya.

Dia melanjutkan, sebelum Kerajaan Aru berdiri, situs tersebut digunakan sebagai bekas hunian kuno dari 5000 tahun yang lalu. "Ada jejak kehidupan prasejarah di situs itu," Ichwan Azhari.

Selain itu, kata dia, juga ditemukan peluru asing dari Turki, mata uang Aceh dan lainnya yang menunjukkan situs tersebut memiliki peran penting di masa lalu. "Ini memperlihatkan lintas negara karena di benteng tersebut ada serangan yang melibatkan Turki, berarti ini pertahanan yang luar biasa," tuturnya.

Dia menjelaskan, Benteng Putri Hijau terbuat dari tanah. Letaknya di Desa Delitua Kecamatan Namurambe Deliserdang. Situs tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Aru yang berkuasa di Pantai Sumatera Timur abad ke-13. Museum Benteng Putri Hijau itu sendiri merupakan pengembangan galeri Benteng Putri Hijau itu yang telah berdiri sejak 2015.(A11/l)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Golkar Sumut Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon Ketua DPD Jelang Musda XI

Medan Sekitarnya

Ilhamsyah Nilai Andar Amin Harahap Figur Tepat Pimpin Golkar Sumut

Medan Sekitarnya

RS Adam Malik Klarifikasi Kasus Bayi Meninggal Terkait Klaim UHC

Medan Sekitarnya

Pasca Jadi Tersangka, Kadis Koperasi dan UKM Sumut Jarang Masuk Kantor

Medan Sekitarnya

Mobil AWC Brimob Polda Sumut Dikerahkan Padamkan Kebakaran Hebat di Pabrik Swallow

Medan Sekitarnya

Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam hingga Rabu Siang