Pancurbatu (SIB)- Pasca satu bulan longsornya badan Jalan Jamin Ginting Km 26 tepatnya di Dusun II Durin Pitu, Desa Sugau, Kecamatan Pancurbatu, membuat pengguna jalan setiap hari terjebak macet. Seperti diketahui, badan jalan nasional Km 26 Km tersebut longsor pada Selasa, 25 September 2018, pukul 19.00 WIB.Hingga saat ini, badan jalan hanya bisa dilalui pengendara satu jalur saja. "Artinya, kami dan pengguna jalan lainnya sudah lebih dahulu dihantui kemacetan saat melintas di jalan yang longsor itu," kata sopir truk tangki air Pendi Ginting (40) kepada wartawan, Senin (29/10).Ia mengaku jenuh melintasi tujuan Medan-Karo dan sebaliknya, saat mengalami kemacetan. Namun mau tidak mau, Pendi wajib melintas guna mencari rezeki untuk memenuhi kehidupan. "Ya jenuh mengantri. Kemarin, ada kecelakaan truk dan terbalik langsung terjadi macet panjang. Saat itu saya antar air sudah rugi di waktu dan bahan bakar mobil," ungkapnya.Kondisi ini katanya sangat riskan, bukan hanya merugikan masyarakat pelintas saja, tapi juga akan berdampak terhadap pariwisata. Hasil pertanian Karo berupa buah, sayur mayur dan lainnya yang setiap hari dikirim ke Medan akan busuk di tengah jalan karena macet, sehingga tidak laku lagi dijual di pasar induk karena tiba kesiangan."Semuanya jadi rugi. Saya berharap jalan tol Medan-Karo terwujud dikerjakan pemerintah," tutur Pendi sembari mengatakan jalan alternatif yang selama ini sudah ada, tetapi kondisinya masih memprihatinkan harus segera dibenahi.Pengguna jalan lainnya, Rizki Bastanta Boang Manalu (26), Paska Tarigan (22) dan Nora Tarigan (34) mengatakan terjebak macet hingga Kantor Desa Bingkawan (Jalan Jamin Ginting Km 33). "Kami dari Sidikalang menuju Medan. Tapi kami sudah mengantri selama 1.5 jam terjebak macet karena buka tutup jalan di lokasi jalan longsor," kata mereka bertiga, Minggu (28/10) malam.Saat melintas malam itu, mereka bertiga tidak melihat satu orang pekerja dari Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Medan, yang sedang mengerjakan perbaikan jalan tersebut. "Kalau mereka mengerjakan dari pagi sampai sore hari mau sampai kapan selesai. Sementara jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat luas untuk menuju Karo, Sidikalang hingga Aceh Tenggara. Kami berharap para pekerja mengerjakan hingga malam hari," tuturnya.Mereka berharap pemerintah merealisasikan jalan tol Medan-Karo dan sebaliknya sebagai jalan alternatif untuk jangka panjang. "Beberapa kali kami alami, kalau ada mobil mogok, pohon tumbang dan longsor, arus lalin jalan ini langsung macet sehingga menimbulkan kejenuhan dan lelah selama perjalanan," akui mereka.LobiTerpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Merga Silima Indonesia Mbelin Brahmana meminta Gubernur Sumut Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi melobi pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan jalan tol Medan-Karo. Hal itu dikatakan Mbelin kepada wartawan menanggapi keluhan kemacetan yang dialami langsung pengguna jalan.Ia mengatakan sudah sepatutnya menjadi perhatian pemerintah provinsi dan pusat. Sebab, jarak tempuh Medan-Kabanjahe yang selama ini dalam kondisi normal maksimal 2 jam, kini bisa sampai 5 jam. "Ironisnya ada sejumlah pengendara terpaksa bermalam di jalan karena kemacetan yang terjadi," ujarnya.Jalan lintas Medan-Karo saat ini memang sudah sangat tidak memadai lagi untuk dilalui, sebab badan jalan sempit. Bila ada truk yang mogok, arus lalu lintas langsung terganggu karena memakai sistem buka tutup."Bila sopir tak sabar dan saling berlomba supaya bisa melaju, akibatnya fatal, bisa macet total. Apalagi bila ada kecelakaan lalulintas ataupun bencana alam seperti longsor. Kemacetan bisa terjadi berjam-jam. Mobil bisa mengular hingga puluhan kilometer," ujarnya.Menurut dia, jika jalan tol direalisasikan dan jalan alternatif diperbaiki membuat akses yang lebih luas bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi juga akan semakin cepat. Berastagi sebagai daerah wisata akan semakin berkembang. "Pembangunan jalan tol ini penting dan perlu segera direalisasikan sebagai antisipasi jumlah kendaraan yang terus bertambah dan merupakan dambaan seluruh masyarakat," ungkapnya.Ia juga mengapresiasi kepada pemerintah karena jalan alternatif Langkat-Karo saat ini sedang berlangsung dikerjakan. "Untuk jalan alternatif Kutalimbaru-Jarangnguda Berastagi yang mau dibuka beberapa tahun yang lalu tidak jadi agar dibuka," pinta Mbelin. (A17/q)