Sergai (SIB)- Masyarakat Desa Pematang Terang Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mengeluhkan ruas 'jalan usaha tani' yang hampir merata kondisinya hancur-hancuran, sehingga sama sekali tidak bisa dilalui. Akibatnya, sepanjang tahun petani di daerah ini kesulitan mengangkut hasil panennya dan biaya yang dikeluarkan cukup tinggi."Di sini terhampar ribuan hektare areal persawahan. Sepanjang tahun kami harus bersusah payah mengeluarkan hasil panen. Biaya yang dikeluarkan pun cukup besar. Tolong Pak agar pembangunan jalan usaha tani di desa ini diprioritaskan ," ungkap Siregar menyampaikan permasalahan yang dihadapi petani setempat pada kegiatan reses anggota DPRDSU Wasner Sianturi SE di Dusun I Desa Pematang Terang Tanjung Beringin Sergai, Kamis (1/11). Hadir pada kegiatan Reses tersebut sejumlah tokoh masyarakat di antaranya Jiman Siahaan, tokoh agama Pdt W Siregar, tokoh pemuda desa, anggota DPRD Sergai Arton Sihombing, Camat Tanjung Beringin Zilfikar beserta jajarannya, Kades Pematang Terang M Lumbangaol serta ratusan warga Desa Pematang Terang. Lanjutnya, di beberapa lokasi persawahan, hasil panen terpaksa diangkut dengan menggunakan sampan. Sebab, tidak memungkinkan untuk dipikul mengingat jaraknya juga yang cukup jauh. Selain infrastruktur, masyarakat juga mengalami persoalan pupuk dan irigasi. Mereka berharap pembangunan jalan usaha tani ini dapat segera terealisasi.Menyikapi persoalan tersebut, Wasner Sianturi menegaskan bahwa dirinya selaku wakil rakyat siap menampung dan memperjuangkan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Pematang Terang. Pembangunan di bidang pertanian di daerah ini, patut disukseskan. Karena, kedaulatan pangan akan sulit diwujudkan jika pertanian tidak dibangun. "Selain menampung aspirasi rakyat, reses juga mengawal program pemerintah serta mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegas Wasner Sianturi politisi PDI P asal Dapil IV Sumut ini. (C-08/c)