Medan (SIB)- Maraknya isu penculikan anak di media sosial (medsos) Facebook semakin meresahkan masyarakat hingga saat ini. Seharusnya isu tersebut dapat diminimalisir dengan menyaring (memastikan) kebenaran informasi itu sebelum menyebarkannya ke media sosial.Menanggapi maraknya isu penculikan anak tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira menegaskan jika pihaknya tak segan menindak oknum-oknum yang sengaja menyebarkan informasi hoax. Selain itu Kasat dan anggotanya akan mencari dan menangkap para penyebar hoax yang telah meresahkan masyarakat."Kami sangat serius menanggapi maraknya kabar hoax yang belakangan sering beredar di medsos. Apabila ada orang yang sengaja menyebar berita hoax, akan kami cari dan kami tangkap pelakunya," tegas AKBP Putu saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/11) siang. Dia mengimbau kepada para pelaku penyebar berita hoax untuk tidak menyebarkan berita bohong. "Pelaku penyebar berita hoax akan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)," pungkasnya.Sebelumnya, belum lama ini Indonesia dihebohkan dengan video yang sempat viral di media sosial, seorang ibu menangis histeris karena kehilangan anaknya saat ditinggal mengisi bahan bakar di SPBU di kawasan Simpang Pemda Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. Dalam video yang diunggah melalui akun Facebook milik Jefry Samzsir tersebut, para pengendara tampak mengerumuni wanita itu dan menyarankan agar segera melaporkan kejadian itu ke polisi.Ternyata kejadian sebenarnya anak itu tak diculik. Karena takut terlambat ke sekolah, akhirnya anak tersebut jalan kaki ke sekolahnya. Karena ibunya menangis histeris, kemudian ada seorang pengemudi ojek online yang mengantarkan anak tersebut kembali ke ibunya.(A16/c)