Dari Diskusi ‟Cakap Anak Medan‟

Hoax Ancaman Serius, Harus Ditangani Serius

- Senin, 05 November 2018 10:14 WIB

Medan (SIB)  -Jati diri generasi milenial kini tergerus dedikasinya akibat hoax yang merajalela. Hoax sudah menjadi ancaman yang sangat serius dan harus ditangani secara serius.

Demikian dikatakan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Soetarto yang tampil sebagai pembicara dalam Diskusi "Cakap Anak Medan" dengan tema "Membangun Generasi Milenial yang Cerdas, Kritis, dan Anti Hoax Menuju Indonesia Satu", di Warung Kebhinekaan Sagoe Kupie, Jalan Tuamang, Medan, Sabtu (3/11).

Pembicara lainnya adalah Rektor Universitas Darmawangsa Medan, Dr H Kusbianto SH MHum (Rektor Univ Darmawangsa) dan peneliti sejarah dan antroplog, Candiki Repantu SPdi Mant.

Acara dipandu Nezar Silabuhan, Wakil Ketua Bidang Propaganda dan Media DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Sumut.

Soetarto menjelaskan, penanganan hoax secara serius terutama dilakukan kepada kalangan generasi milenial dengan cara memberikan edukasi politik, sehingga generasi muda mampu menyaring setiap informasi yang beredar di masyarakat, terutama yang tersebar di media sosial.

Kusbianto menyoroti kurangnya pendidikan ideologi Pancasila di kalangan anak muda membuat generasi milenial mudah sekali terpengaruh ideologi-ideologi yang merusak tatanan kehidupan di negeri ini.

Oleh sebab itu, paparnya, harus ada rerientasi di kalangan generasi milenial, yang antara lain meliputi reideologi Pancasila, sehingga tidak mudah  termakan hoax.

Pada sisi yang berbeda, Candiki Repantu menyoroti sejarah Sumpah Pemuda, di mana banyak sekali andil anak muda Medan dalam mencetuskan semangat Sumpah Pemuda. Ia mengatakan, seharusnya generasi  milenial Medan dan Sumut pada umumnya tetap menjaga rel sejarah agar persatuan dan kesatuan negeri ini tetap terjaga.

"Generasi milenial Medan harus kembali ke khitahnya sebagai agent of change, mengawal sejarah Indonesia ke arah yang lebih baik lagi," ujarnya.

Ketua DPD Repdem Sumut, Martua Siadari, mengatakan, Diskusi "Cakap Anak Medan" merupakan agenda rutin diskusi Forum Komisariat DPD Repdem yang meliputi 13 komisariat kampus yang ada di Medan.

"Pak Djarot Syaiful Hidayat sedianya hadir, tetapi karena suatu hal maka beliau batal hadir, karena itu saya mewakili mas Djarot meminta maaf kepada rekan juang sekalian," ujarnya.

Ketua panitia diskusi, Ahmad Da'i Robi (Komisariat UINSU) mengatakan bahwa acara itu berjalan cukup sukses dan menjadi parameter bagi Forum Komisariat DPD Repdem Sumut guna membangun ruang-ruang diskusi untuk membuka wawasan generasi milenial di Kota Medan dan Sumut.

Acara itu melibatkan beberapa komisariat, di antaranya Komisariat Unimed, UMSU, USU, Nommensen dan UMA.

"Semoga acara Diskusi "Cakap Anak Medan" ini dapat diadakan secara rutin di waktu-waktu selanjutnya," ujarnya. (rel/R20/f)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Medan Sekitarnya

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Medan Sekitarnya

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Medan Sekitarnya

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Medan Sekitarnya

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Medan Sekitarnya

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung