Sergai (SIB) -Untuk mengatasi banjir yang kerap melanda warga Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) secara swadaya dengan menggunakan alat berat Beko menormalisasi alur Sungai Seirampah.
"Bertahun-tahun sungai ini tak pernah dikeruk, sendimennya cukup tebal. Setiap musim penghujan, air selalu meluap dari sungai dan membanjiri pemukiman warga," ungkap tokoh masyarakat Nazaruddin dan Achyar didampingi warga lainnya di sela pengerukan sungai di Seirampah, Rabu (7/11).
Menurut kedua tokoh itu, rencana menormalisasi Sungai Seirampah itu sudah ada sejak lama namun tak terealisasi. "Baru pekan lalu, pasca kita melakukan rapat dengan sejumlah unsur Muspida dan Muspika baik camat, para Kades yang wilayahnya terkena dampak, Koramil, Polsek, Dinas PUPR, para tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kegiatan ini langsung terealisasi dengan menggunakan beko dari Dinas PUPR Sergai.
Nazaruddin yang juga Ketua Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Sergai ini menambahkan, hingga hari itu alur sungai yang dikeruk sudah sepanjang 500 meter, lebar 20 meter mulai dari alur sungai di Desa Pematangganjang hingga ke Desa Seirejo. "Rencananya, sungai ini akan dilebarkan hingga 40 meter dengan panjang 4 km. Awalnya, pelaksanaan normalisasi ini sempat mengalami kesulitan karena ada tanah warga yang bersisian dengan alur sungai sehingga dikordinasikan lebih dahulu," kata Nazaruddin.
Soal dana operasional berupa mobilisasi, bahan bakar, operator alat berat serta material pendukung berupa kayu gambangan serta kebutuhan lainnya, kata Nazaruddin seluruhnya didanai masyarakat sendiri. "Mudah-mudahan dengan dinormalisasinya Sungai Sei Rampah ini diharapkan bencana banjir yang selama ini melanda sejumlah dusun di beberapa desa di Seirampah tidak terjadi lagi," harapnya. (C08/q)