Medan (SIB) -Akhirnya setelah melalui perjuangan berat Anggota DPRD Medan, Dana Jasa Layanan Penatua/Sintua gereja TA 2018 sudah bisa dicairkan dalam 2 tahapan. Dana Jasa Layanan Penatua/Sintua gereja ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan baru Kota Medan yang mampu melaksanakannya.
"Dana tersebut sudah bisa diambil hari ini melalui Bank Sumut, karena pemerintah sudah mentransfer dana itu ke rekening masing-masing," ujar Anggota DPRD Medan Drs Godfried Effendi Lubis MM kepada SIB, Jumat (9/11). "Bagi para penerima Dana Jasa Layanan ini diharapkan tidak segera menutup tabungannya setelah pencairan, karena Desember mendatang, dana tahap II juga segera dicairkan kambali," ujar Politisi yang saat ini maju melalui Partai No. 9 yaitu Perindo.
Bagi para Penatua/Sintua gereja yang sudah mengirimkan berkasnya, silakan cek ke tabungan masing-masing, ujarnya lagi. Disebutkan, untuk Dana Jasa Layanan Penatua/Sintua Kristen Protestan akan diterima 1.054 orang. Sedangkan untuk Ketua Lingkungan di Gereja Katolik sebanyak 800 orang. Begitu juga dengan para Guru Sekolah Minggu sudah dicaikan untuk 2.989 orang.
Namun Godfried meminta maaf, karena tidak semua Penatua/Sintua mendapatkan dana ini, sehubungan keterbatasan anggaran. Namun diharapkan pria yang mencalonkan diri lagi dari Dapil Medan Kota, Medan Denai, Medan Area dan Medan Amplas ini, pada tahun depan akan ditingkatkan sehingga semakin banyak Penatua/Sintua yang mendapatkan dana ini.
Dirinya merasa bangga, karena umat Kristen juga diperhatikan dengan pemberian Dana Jasa Layanan ini. Untuk tahap pertama sekira Rp1 juta dan sisanya akan dikirimkan pada Desember nanti.
Disebutkannya lagi, dana tersebut beberapa waktu lalui diperjuangkannya bersama-sama Anggota DPRD Medan lainnya agar dimasukkan ke dalam APBD. Setelah 8 tahun diperjuangkan, akhirnya pada APBD 2018 inilah anggaran tersebut ditampung. Awalnya anggaran tersebut hanya dimasukkan Rp5 miliar, namun setelah melalui pembahasan panjang, akhirnya sampai finalisasi, barulah anggaran Rp15 miliar disetujui dan ditampung dalam APBD 2018, ujarnya. (A13/h)