Medan (SIB)- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut menggelar Asian Energy Forum 2018 di Medan, Senin (12/11) JW Marriot Hotel Medan. Forum tersebut mengulas pengembangan energi terbarukan untuk peningkatan investasi di kawasan ekonomi khusus di Indonesia, terutama di Sumut dan Aceh.Wagubsu Musa Rajekshah mengatakan, sektor energi khususnya ketenagalistrikan memiliki peran strategis dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan UUD 1945. Oleh karena itu penyediaan energi listrik yang cukup, berkualitas, harga yang wajar dan berkelanjutan menjadi tanggung-jawab besar yang mesti diwujudkan bersama.Ketergantungan pembangkit listrik terhadap sumber fosil ataupun energi tak terbarukan harus segera dikurangi bertahap, demi menjaga dan menjamin ketersediaan energi masa depan. Menipisnya cadangan minyak bumi, fluktuasi harga minyak bumi dan emisi karena pembakaran minyak bumi menjadi dasar untuk mengembangkan sumber energi terbarukan.Provsu memiliki potensi energi terbarukan meliputi tenaga air, panas bumi, biomassa, biogas dan tenaga surya. Potensi energi terbarukan itu sangat mungkin dikembangkan lebih lanjut menjadi energi listrik sebagai upaya mendukung sistem kelistrikan di Sumut.Untuk tenaga air, Provsu memiliki potensi sebesar 3.000 MW sedangkan untuk panas bumi, Sumut memiliki potensi sebesar 2.000 MW. Pada saat ini, tenaga panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik yang berada di PLTP Sibayak dan PLTP Sarulla. Sementara potensi panas bumi yang akan dikembangkan berada pada kawasan Pusuk Buhit Samosir, kawasan Sorik Marapi Mandailingnatal dan kawasan Sipaholon Ria-ria Tapanuli Utara.Selain itu Provsu juga merupakan kawasan yang digunakan sebagai lokasi perkebunan kelapa sawit baik yang dikelola BUMN maupun swasta dan masyarakat. Perkebunan kelapa sawit membentang di wilayah timur pesisir barat Provsu.Sementara Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba SH MH mengatakan, pertemuan Asian Energy Forum 2018 merupakan pertemuan pertama yang melibatkan beberapa negara yakni Korea, Jepang, Tiongkok, Singapura dan Hong Kong."Ini diawali adanya perushaan China yang sudah sukses 18 tahun berinvestasi di kawasan KIM Medan. Dimana mereka berkeinginan membuat acara dan akan dilakukan di Jakarta, tetapi kita minta diadakan di Sumut karena potensi banyak di Sumut dan ternyata mereka mau dan hari ini terlaksana," ujarnya.Selaku Ketua Apindo, ia menyambut kedatangan investor ke Sumut. "Ternyata juga mereka yang datang adalah orang penting di negara masing-masing, dari Negara Tiongkok datang penasehat presiden Tiongkok dan kegiatan ini mendapat dukungan dari Gubsu. Sebelum acara ini Minggu malam Gubsu telah menjamu makan bersama, dan malam ini akan di jamu Wali Kota Medan," ujarnya.Sementara yang dibicarakan dalam pertemuan itu adalah peluang energy, bahwa Korea, China, Hong Kong, Jepang dan Singapura mengatakan akan berinvestasi di Sumut dan akan menandatangani MoU. Jadi saat ini kita akan mempermudah regulasi supaya cepat mereka berinvestasi di Sumut untuk memajukan perekonomian Sumut ke depan," terangnya.Parlindungan mengatakan kegiatan akan diupayakan menjadi kegiatan tahunan, karena sudah mendapat dukungan dari Gubsu, dan Wali Kota Medan. "Kita berharap ada investasi, tetapi tidak mudah menarik investasi dari luar negeri, jadi perlu ada yang memotivasi mereka pengusaha yang sudah 18 tahun di Sumut untuk menjelaskannya. Karena itu kita berterima-kasih kepada pengusaha-pengusaha Korea yang mau mempromosikan Sumut ini," ujarnya.Ia mengatakan sebagai Anggota DPD RI asal Sumut mendukung kegatan Asian Energy Forum 2018. Dalam kesempatan itu kita akan tawarakan kawasan Seimangke, Danau Toba dan Kepulauan Nias.Hadir dalam acara itu pengusaha negara sahabat dari Cina Mr Han Fangming, Korea Selatan Mr Kim Jinpyo, China Mr Han Fan Ming, Hong Kong Mr Kim Jong Soo, Presiden Choyang Mopoli Samsung Chemical (CMS) Mr JD Choi. Narasumber Direktur Kawasan Ekonomi Sei Mangkei Wahyudi, Deputi BKPM Wisnu Soedidjo, Deputi Kemen SDM Fritz Horas Silalahi, Ceo of Arun Lhoksumawe Bima Prabowo dan Direktur Badan Otorita Danau Toba Besar Simanjuntak. (A12/f)