Medan (SIB)- Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, angka kelahiran total di Sumut masih berada pada angka 2,9 sehingga angka pertumbuhan penduduk masih belum seimbang. Peningkatan jumlah penduduk Sumut dari 12,9 juta jiwa menjadi 14,1 juta jiwa dalam kurun waktu tahun 2010-2016 menunjukkan pertumbuhan penduduk yang cukup besar mencapai 1,2 juta jiwa. "Keinginan masyarakat Sumut untuk memiliki anak lebih dari dua masih tinggi. Selain itu, melahirkan di usia muda kerena pernikahan dini juga cukup tinggi.Kondisi tersebut akan memicu kemiskinan, pengganguran, putus sekolah serta persoalan lain terkait ketahanan dan kesejahteraan keluarga," kata Sekdaprovsu Dr Ir Hj R Sabrina MSi saat membuka penguatan kemitraan dan kesepahaman antara Pemprovsu dengan instansi, lembaga dan organisasi kemasyarakatan/pemuda tingkat Sumut tahun 2018 di Bina Graha Pemprovsu, Senin (12/11).Dia mengatakan, dalam buku Grand Design Pembangunan Kependudukan Sumut tahun 2010-20135 telah diprediksi pada tahun 2025, laju pertumbuhan penduduk di Indonesia dapat ditekan sampai angka 1,0 persen dan angka kelahiran total adalah 2 anak. Penduduk yang tumbuh seimbang ditandai dengan angka kelahiran total berada pada angka 2,1 yang merupakan angka ideal untuk pembangunan di semua sektor.Untuk mengejar target tersebut, kata dia, maka sangat diperlukan upaya-upaya dan komitmen dari semua stakeholder, agar tujuan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dapat berhasil yaitu antara lain penurunan laju pertumbuhan penduduk dan menurunnya angka kelahiran total. "Memedomani visi Pemprovsu di dalam konsep rancangan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provsu tahun 2018-2023 adalah "Sumatera Utara Yang Maju, Aman dan Bermartabat" maka pembangunan kependudukan dan keluarga berencana merupakan rangkaian upaya dalam pembangunan berkelanjutan, untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan berkualitas. Pembangunan tersebut diarahkan sebagai upaya pengendalian kuantitas penduduk dan peningkatan kualitas penduduk, melalui perwujudan keluarga kecil yang sejahtera," katanya.(A11/c)