Keluarga Besar Nainggolan Kutuk Pembunuhan Sadis Sekeluarga di Bekasi

- Kamis, 15 November 2018 11:04 WIB
Medan (SIB)- Keluarga Besar Nainggolan (KBN) mengecam dan mengutuk keras pembunuhan sadis terhadap satu keluarga yang terjadi di Bekasi pada Selasa (13/11) dinihari.

Sekeluarga yang ditemukan tewas itu adalah Diperum Nainggolan bersama istrinya Maya boru Ambarita, serta dua anaknya Sarah boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7). Ada luka bekas senjata tajam di leher Diperum dan istrinya. Sedangkan dua anaknya diduga kehabisan oksigen karena dibekap pelaku.

Dewan Penasehat DPP KBN DR RE Nainggolan MM mengatakan, tindakan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan. "Karena itu mereka harus dituntut dan diadili berdasarkan hukum yang berlaku," kata RE dalam konferensi pers bersama Ketua DPP KBN Kombes (Purn) Alisman Nainggolan, Sekjen Sahala Nainggolan, para pengurus inti DPP KBN Conrad P Nainggolan, Sudirman Nainggolan, Herbin Nainggolan, Vivico Nainggolan, Ojak Nainggolan dan Valdesz Junianto Nainggolan di Oel Coffee Jalan Candi Mendut, Medan, Selasa (13/11) malam.

RE atas nama seluruh anggota KBN mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas pembunuhan yang dianggapnya brutal dan gila tersebut. "Saya menyampaikan kesedihan yang mendalam untuk seluruh keluarga korban. Duka mereka adalah duka kami. Kesedihan, kemarahan mereka adalah perasaan hati juga kami saat ini," ungkapnya.

Menurut dia, tindakan pembunuhan itu sangat biadab, keji dan sudah di luar batas-batas kemanusiaan. Mereka dengan sadis membunuh kepala keluarga, ibu rumah tangga dan dua buah hati mereka yang tidak berdosa. "Sudah sepantasnya mereka diberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya," terangnya.

Mantan Sekdaprovsu ini mengajak kepada semua pihak untuk ikut membantu kepolisian mengungkap kasus pembunuhan tersebut. "Mari sama-sama kita lawan segala bentuk kriminalitas dengan memberikan informasi sekecil-kecilnya kepada aparat kepolisian yang sedang bekerja keras menyingkap misteri pembunuhan ini," tukasnya.

Ketua DPP KBN Kombes (Purn) Alisman Nainggolan menambahkan, pembunuhan itu belum terindentifikasi sebagai perampokan harta-benda. "Paling tidak itu informasi terakhir dari kepolisian yang saya dapatkan. Jika demikian patut diduga ada faktor dendam dan terencana. Para pelakunya pantas dijatuhi hukuman mati," katanya.

Info terakhir, jenazah satu keluarga itu sudah disemayamkan di Gereja Lahai Roi, Cijantung, Jakarta Timur. Kebaktian digelar Rabu (14/11) pukul 09.00 WIB.

Setelah itu, keempat jenazah ini akan dibawa menuju Bandara Soekarno Hatta untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Pangururan, Samosir. (A11/h)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Perkuat Pengawasan Perbankan, OJK Dorong Kontribusi ke Perekonomian Nasional

Medan Sekitarnya

Awal 2026, KAI Sumut Angkut 58.283 Ton Barang, Paket Retail Melonjak

Medan Sekitarnya

Bupati Deliserdang Kukuhkan FPLA 2025-2030, Pemuda Diminta Jadi Garda Toleransi

Medan Sekitarnya

Anggota DPRD Medan Ingatkan RS Tak Tolak Pasien UHC

Medan Sekitarnya

Dump Truk Fuso Hantam Alphard dan CR-V di Ring Road Medan

Medan Sekitarnya

BKSAP DPR: Regulasi AI Pertanian Harus Lindungi Petani Kecil