Ansor Sumut Apresiasi Polisi Proses Hukum Perusuh Harlah NU

- Senin, 04 Maret 2019 12:13 WIB
Medan (SIB)-Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi dan mendukung penuh Polda Sumatera Utara dan Polres Tebingtinggi yang memproses oknum-oknum perusuh pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Srimersing, Kota Tebing Tinggi, Rabu (27/2) lalu.

"Kami sampaikan terimakasih kepada Polda Sumut dan terkhusus kepada Polres Tebingtinggi yang memproses oknum-oknum perusuh sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku. Kami mengharapkan agar polisi dapat mengusut tuntas sampai kepada aktor intelektual serta provokator perusuh pada Harlah ke-93 NU di Kota Tebingtinggi," kata Ketua PW GP Ansor Sumut, Labuhan Hasibuan SAg, dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan kepada wartawan di Medan, Sabtu (2/3).

PW GP Ansor Sumut juga mendukung penuh seluruh Polres di jajaran Polda Sumut agar tetap memproses setiap laporan masyarakat atau lembaga yang melaporkan ujaran kebencian, fitnah, dan adu domba yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, PW GP Ansor Sumut meminta kepada masyarakat Sumatera Utara agar dapat menjaga kondusifitas daerah ini khususnya Kota Tebingtinggi, dan tidak terpengaruh provokasi, propoganda dan berita bohong (hoax) yang dapat merusak tatanan dalam mewujudkan "baldatun toyyibatun warobbul gofur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman)".

Selanjutnya, PW GP Ansor Sumut meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara agar dapat mencegah aliran-aliran sesat dan radikalisme karena telah meresahkan dan membingungkan masyarakat.

"PW GP Ansor Sumut juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah agar tetap melindungi serta menjaga kerukunan umat beragama dan antarumat beragama," kata Labuhan Hasibuan.

Sedangkan kepada seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Sumut diimbau agar dapat menjaga dan melestarikan paham Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan tidak boleh takut dengan siapapun yang mengancam aqidah dan NKRI.

Seperti diketahui, Polresta Tebingtinggi telah menetapkan 11 tersangka karena dengan sengaja membuat keonaran dan kericuhan di acara Harlah ke-93 NU di Tebing Tinggi, Rabu lalu. Acara Harlah NU itu sendiri dihadiri Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, serta para tokoh agama dan masyarakat. (R6/d)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Longsor Putus Jalur Medan-Sibolga via Rampah, Warga Sitahuis Dievakuasi ke Sekolah

Medan Sekitarnya

Banjir Landa Enam Kecamatan di Tapteng, Jembatan Lopian Bergeser Dihantam Kayu

Medan Sekitarnya

RUPS-LB PT Sari Mutiara Tidak Terlaksana, Pemegang Saham 37,2 Persen Sampaikan Keberatan

Medan Sekitarnya

17 Lapak Pasar Delimas Disegel, Pemkab Deliserdang Tegaskan HGB Sudah Berakhir

Medan Sekitarnya

Hujan Deras Rendam Tukka, BPBD Tapteng Evakuasi Warga

Medan Sekitarnya

Jalan Nasional Sibolga – Tarutung Lumpuh