Ratusan "Driver" Ojol Gelar Aksi Damai Tuntut PT Gojek Ubah Sistem Pembagian Order

Redaksi - Kamis, 16 Januari 2020 21:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/01/4350_Ratusan--quot-Driver-quot--Ojol-Gelar-Aksi-Damai-Tuntut-PT-Gojek-Ubah-Sistem-Pembagian-Order.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
rakyatmerdekanews.com
Ratusan ojek online (ojol) kembali menggelar aksi damai di Kantor PT Gojek di Kompleks CBD Polonia Medan, Rabu (15/1), menuntut perubahan sistem pembagian order yang dinilai tak adil.

Medan (SIB)

Ratusan ojek online (ojol) kembali menggelar aksi damai di Kantor PT Gojek di Kompleks CBD Polonia Medan, Rabu (15/1), menuntut perubahan sistem pembagian order yang dinilai tak adil.

Ratusan pengemudi ojol yang merasa dirugikan itu menilai bahwa kebijakan yang saat ini dibuat oleh perusahaan sangat tidak berpihak kepada mereka.

"Seluruh driver yang saat ini ada di Kota Medan merasa perlu menyuarakan hal ini agar dunia tahu bahwa kami sangat tertindas dengan apa yang mereka lakukan," ujar koordinator aksi, Alex Lawolo dalam orasinya.

Alex mengungkapkan beberapa hal yang menjadi tuntutan mereka kepada PT Gojek Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan mereka adalah sistem pembagian order yang dinilai tidak adil karena memakai sistem orderan prioritas.

"Kami menilai sistem orderan sangat tidak adil. Karena ada driver yang menjadi prioritas dan ada driver yang sudah satu harian bekerja tapi tidak mendapatkan orderan sama sekali," sambung Alex.

Bukan hanya itu, Alex mewakili para driver juga meminta kepada PT Gojek Indonesia agar tidak semena-mena melakukan pemutusan terhadap mitra driver tanpa alasan yang jelas.

Mereka juga menuntut penghentian rekrutmen mitra kerja baru karena yang ada sekarang jumlahnya sudah sangat banyak.

Menanggapi awak ojek online itu, Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumbagut Dian Lumban Toruan, mengatakan, tidak ada sistem prioritas di Gojek. Yang dilakukan oleh Gojek adalah pembaharuan sistem alokasi, di mana Gojek berkomitmen untuk terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan mitra driver dalam bekerja

"Pada sistem ini, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order. Order yang dibuat oleh konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu. Mitra yang paling rajin, tidak pilih-pilih order, punya rating tinggi, berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut. Melalui sistem yang baru ini, jumlah mitra driver yang berbuat curang menggunakan GPS dapat berkurang," katanya.

Mereka pun menyayangkan unjuk rasa ini. Menurutnya, manajemen selalu terbuka terhadap aspirasi mitra. Manajemen bersama wadah resmi para mitra punya agenda berkala untuk mendengarkan aspirasi para mitra. (M12/f)

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Medan Sekitarnya

Polres Simalungun Pantau Harga Sembako Jelang Ramadan, Beras Premium Rp14.200-Rp16.000/Kg

Medan Sekitarnya

Libur Panjang Imlek, 26.886 Tiket Kereta Api di Sumut Telah Terjual

Medan Sekitarnya

Imlek 2577, Lampion Merah Semarakkan Wajah Kota Pematangsiantar

Medan Sekitarnya

Indosat Luncurkan SATSPAM+ Ramadan, Klaim Lindungi WhatsApp Call dari Penipuan

Medan Sekitarnya

Bobby Afif Nasution Gaungkan Gerakan ASRI di Pantai Sorake, Serukan Wisata Bersih