Medan (SIB)
Anggota DPRD Medan Fraksi Gerindra Dame Duma Sari Hutagalung mengatakan, syarat menjadi negara maju ialah jumlah pelaku di bidang wirausaha harus ada 14 persen dari rasio penduduknya. Sementara di Indonesia, pelaku entrepreneur baru 3,1 persen, sehingga perlu diadakan percepatan dan kemudahan agar pelaku ekonomi Indonesia bisa meningkat jauh.
Di Kota Medan pun harus seperti itu, jangankan 14 persen, 10 persen saja penduduknya jadi entrepreneur, maka majulah kota ini dan bisa mengejar ketertingalan dari kota lain, baik dari segi pembangunan maupun pertumbuhan ekonomi,†kata Dame Duma kepada wartawan ketika menghadiri peresmian retoran “Ngikan.Yuk†di Jalan Setia Budi, Kompleks Setia Budi Center nokor A 15 Simpang DR Mansyur, Medan, Sabtu (8/2).
Dikatakannya, tidak ada negara maju yang luput dari peran kewirausahaan sebagai motor pendorong perekonomian. Untuk itu, tegas dia, pemerintah harus terus mendorong kewirausahaan khususnya pada kaum muda. "Untuk bisa maju sekurang-kurangnya 14 persen masyarakat menjadi wirausaha. Untuk itu Pemko Medan perlu memberi kemudahan perizinan kepada orang-orang yang ingin berwirausaha," ujarnya.
Menurut Anggota Komisi III DPRD Medan bidang ekonomi, pajak, perizinan dan perbankan ini, berdasarkan data Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), sebuah negara maju paling tidak memiliki 40 persen dari total pemuda suatu negara yang memiliki akses pada perguruan tinggi, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Sedangkan di Indonesia, saat ini baru mencapai sekitar 8 persen.
Namun kata dia, kewirausahaan tidak harus menggunakan teknologi tinggi, usaha kecil menengah (UKM) juga mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan. Apalagi usaha-usaha kuliner kshusnya di Medan makin menjamur. Hal itu menurut dia membuktikan entrepreneur di Medan makin menggeliat dan perlu makin disemangati, khususnya kaum entrepreneur muda.
“Dengan menanamkan semangat kewirausahaan dari generasi muda, diharapkan jumlah masyarakat yang bekerja semakin meningkat sehingga perkonomian makin terakselerasi. Agar semakin banyak orang yang bukan deretan pekerja tapi membuka lapangan kerja," tambah dia.
Pengusaha muda pemilik restoran “Ngikan Yukâ€, Sarah br Sihotang mengatakan, makanan yang disajikan untuk konsumen terbuat dari ikan tanpa tulang, ditambah dengan nasi liwet dan sambal khas yang pedas. Lewat restoran yang dibukanya itu, dia mengkampanyekan kepada masyarakat agar gemar makan ikan ikan, karena sangat baik untuk kesehatan.(M10/c)