Anggota DPRDSU Datangi Kepala BNN Jakarta Pertanyakan Keseriusan Berantas Narkoba

* Anggaran BNN Tiap Tahun Naik, Pelaku Narkoba Juga Meningkat
Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2020 11:14 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2530_-Anggota-DPRDSU-Datangi-Kepala-BNN-Jakarta-Pertanyakan-Keseriusan-Berantas-Narkoba.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
indomedia.co
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Sumut Fraksi PDI Perjuangan Meryl Rouli Saragih.

Medan (SIB)

Anggota Komisi A DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan Meryl Rouli Saragih mendatangi BNN (Badan Narkotika Nasional) Jakarta, Jumat (14/2) mempertanyakan instansi tersebut dalam usaha memberantas Narkoba di Indonesia.

Dalam pertemuan dan diskusi dengan Kepala BNN Drs Heru Winarko didampingi jajarannya di Kantor BNN Jakarta, Meryl Rouli Saragih mengkritisi anggaran BNN yang selalu naik setiap tahunnya, akan tetapi tidak sebanding dengan hasil yang dicapai.

"Kita lihat setiap tahun anggaran BNN selalu naik akan tetapi jumlah pengguna narkoba semakin meningkat pula. Kenapa bisa begini situasinya. Berarti BNN sebagai lembaga Ad Hoc dalam urusan memberantas narkoba tidak jalan atau mandek," ujar Meryl Rouli Saragih kepada wartawan melalui telepon.

Lebih tegas lagi anggota dewan yang dekat dengan kalangan milenial ini mengatakan, jika kinerja BNN tidak efektif kenapa tidak ditiadakan saja anggarannya. Sebab anggaran setiap tahun ada kenaikan akan tetapi jumlah penggunanya narkoba semakin naik pula. "Untuk apa kenaikan anggaran tersebut, kalau pengguna narkoba tetap meningkat," katanya.

Meryl bahkan mengkuatirkan, jangan-jangan pengguna narkoba sengaja dipelihara untuk kepentingan penganggaran," tegas Meryl yang masuk nominasi menjadi calon Wakil Wali kota Medan dari kaum millenial tersebut.

Lebih jauh anggota dewan Dapil Medan ini mengatakan, kekecewaannya terhadap BNN ini dikarenakan peredaran narkoba sudah semakin mengganas dan tidak bisa ditolerir lagi keberadaannya, apalagi di Sumut dan khususnya Kota Medan, persoalan narkoba seperti persoalan laten yang sangat sulit dituntaskan.

"Siapa tidak geram, lembaga penegak hukum sepertinya tidak menjadi solusi pemberantasan narkoba. Terbukti peredaran narkoba semakin marak dan yang jadi korban hampir semua lapisan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, menurut Kepala BNN Pusat Drs Heru Winarko, di Sumut ada 45 titik red zone gawat darurat narkoba. Sebab itu BNN dan unsur-unsur pemberantasan narkoba harus bisa melakukan terobosan-terobosan di tahun 2020 ini.

"BNN akan terus giat memberantas narkoba, baik itu dengan mengoptimalkan patroli, call centre ataupun aplikasi untuk pengaduan," katanya sembari mengajak semua pihak untuk terus menerangi narkoba di wilayahnya masing-masing. (M03/q)

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Medan Sekitarnya

Antisipasi Penyakit Masyarakat saat Ramadan, Polres Tanah Karo Amankan 10 Orang dari Rumah Kost

Medan Sekitarnya

DPD Kombat Deliserdang Bagikan Ratusan Paket Takjil di Sunggal

Medan Sekitarnya

Pemkab Tapteng Salurkan 94 Ribu Kilogram Benih Padi ke Petani Pascabencana

Medan Sekitarnya

Terlibat Kasus Ganja, 3 Pria Diamankan Polisi

Medan Sekitarnya

30.952 Tiket Terjual untuk Arus Mudik dan Balik Maret 2026