Sergai (SIB)
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdang Bedagai (Sergai) Paian Tumanggor SH mengingatkan para kepala desa (Kades) untuk tidak takut berinovasi sesuai sumber daya serta potensi yang ada di masing-masing desa.
“Selagi tidak melanggar aturan, sekali lagi saya tegaskan para Kades jangan takut berinovasi. Program inovasi desa akan mendorong pengembangan desa ke depannya,†tegas Paian Tumanggor dalam arahannya pada acara penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Sergai dengan Kejari Sergai dan launching buku ‘Sergai Kampung Kami’ , di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Jumat (14/2).
Hadir Bupati Sergai Ir H Soekirman, Wakil Bupati Darma Wijaya SE, Sekdakab H M Faisal Hasrimy, Kasi Intel Kejari Sergai Eduward Sibagariang SH MH, para staff ahli, asisten, para kepala OPD, camat serta para kepala desa.
Menurut Paian, Kades harus dapat melihat peluang unggulan di desanya, terlebih lagi produk yang dihasilkan dapat menjadi komoditas ekspor. Misalnya, jelas Paian, untuk desa kawasan pesisir bisa membuat penyedap makanan alami seperti ‘belacan’.
Selain membuat rasanya benar-benar diminati juga harus membuat kemasannya menarik. Belacan telah merajai pusat perbelanjaan di sejumlah negara luar seperti Kuala Lumpur. “Jadi, mari kita wujudkan desa mandiri. Kalau tidak lambat laun desa akan terus tertinggal bahkan bisa hancur. Karenanya, lakukan inovasi, selalu kreatif dan tidak korupsi,†tegas Paian.
Sementara terkait penyalahgunaan dana desa, Paian Tumanggor menegaskan, di tahun 2018 ada sekitar 900 kades di Indonesia yang masuk penjara, dan di tahun 2019 jumlah ini meningkat menjadi 1300 orang. Motifnya bermacam-macam, ada karena kawin lagi, bangun rumah, beli kendaraan, main judi hingga terlibat masalah narkoba.â€Kami berharap Kades di 237 desa di Sergai bisa bekerja dengan baik dan bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana desanya. Kami akan bersikap tegas terhadap penyalahgunaan dana desa,†tegasnya menutup. (T-07/c)