Medan (SIB)
Stok beras yang dikuasai Kantor wilayah Bulog Divisi Regional Sumatera Utara hingga Jumat (14/2) sebanyak 41.700 ton, cukup untuk alokasi 5 sampai 6 bulan ke depan.Stok beras ini belum termasuk beras komersial yang saat ini tersedia 2.000 ton.
Hal tersebut diungkapkan Pimpinan Wilayah Bulog Divre Sumut Arwakhudin Widiarso melalui Humas Karni kepada wartawan, Jumat (14/2).
Disebutnya, stok beras tersebut cukup banyak karena itu pihaknya belum bisa membeli beras dari petani yang memang dianjurkan pemerintah.Namun tahun 2019 lalu serapan beras dalam bentuk pengadaan lebih dari 100 % .
Disinggung program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tahun 2020 ini untuk kabupaten/ kota se-Sumut,katanya sudah tersalur sebanyak 1.159,985 Kg dengan jumlah 667.467 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).†Jumlah tertinggi penyaluran sampai saat ini masih di Kabupaten Labuhanbatu dan Kota Medan,â€jelas Karni.
Sementara stok daging kerbau beku impor asal India, katanya, saat ini sebanyak 39 ton dengan harga jual eceran Rp 80.000 per Kg. Daging impor tersebut kualitasnya cukup baik dan sebelum dimasak sebaiknya ditiriskan selama 4 jam agar airnya cair dan dagingnya lembut.
Pembeli daging tersebut selain konsumen juga pemilik restoran, RPK ( Rumah Pangan Kita ) serta pemilik pasar mewah.Pembelian dalam jumlah banyak harganya akan lebih murah lagi, ujarnya.
Stok bahan itu dijual di Kantor Bulog Jalan Gatot Subroto Medan setiap hari kerja. Juga daging tersedia di Toko Pangan Kita (TPK), RPK (Rumah Pangan Kita), warung kelontong tentunya yang mempunyai alat pendingin. (M2/c)