Penyebaran Dokter Spesialis Belum Merata di Sumut

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2020 11:40 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2240_Penyebaran-Dokter-Spesialis-Belum-Merata-di-Sumut.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
gosumut.com
Ilustrasi

Medan (SIB)

Distribusi tenaga kesehatan dan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan yang belum merata menyebabkan kualitas pelayanan kesehatan di kabupaten/kota Sumut sangat beraneka ragam. Guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di Sumut maka perlu dilakukan pemerataan dokter spesialis.

Kepala Bidang Layanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Sumut dr Nelly Fitriani mengakui penyebaran dokter spesialis di Sumut tidak merata. Ada beberapa kabupaten/kota yang sama sekali belum memiliki, namun ada juga wilayah yang sudah memiliki dan bahkan surplus dokter spesialis.

Oleh sebab itu, untuk mengupayakan hadirnya pelayanan kesehatan yang berkualitas merata dan memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan tersebut, maka diinisiasi menghadirkan tenaga kesehatan utamanya dokter spesialis ke fasilitas kesehatan seperti RSUD dan Puskesmas. Dengan begitu, dapat dilakukan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan selain itu pula dapat terjadi transfer of man power dan transfer of knowledge.

"Dinkes Sumut telah memprogramkan 'dokter terbang' untuk memaksimalkan pemerataan layanan kesehatan. Program dokter terbang ini adalah penempatan/penyediaan dan pengiriman dokter spesialis ataupun dokter subspesialis ke RSUD dan Puskesmas," kata dr Nelly usai pertemuan membahas program dokter terbang dengan pihak RSUP H Adam Malik di Kantor Dinkes Sumut, Medan, Senin (17/2).

Ia menyebutkan, tahun 2020 ini telah dianggarkan dalam APBD Sumut untuk program dokter terbang yang akan ditempatkan pada enam rumah sakit rujukan regional, terpencil dan di sekitar kawasan wisata Danau Toba. Diantaranya RSUD dr Djasemen Saragih, RSUD Rantau Prapat, RSUD Gunung Sitoli, RSUD Padang Sidempuan, RSUD dr Hadrianus Sinaga dan RSUD Porsea.

"Sebanyak lima dokter spesialis nantinya akan ditempatkan masing-masing dari enam rumah sakit tersebut. Namun, enam rumah sakit itu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Seperti spesialis neurologi anak, penyakit anak, kebidanan dan kandungan, patologi klinik, rehabilitasi medik, bedah vaskuler, radiologi, spesialis kulit dan kelamin, bedah syaraf, jantung, jiwa, anastesi, paru, mata dan lainnya," sebut dr Nelly.

Selain itu, sambung dia, dokter terbang juga akan ditempatkan di Puskesmas pedesaan, daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan atau daerah bermasalah kesehatan stunting. Akan tetapi, tahun ini menyesuaikan anggaran maka baru Puskesmas di empat kabupaten yaitu Paluta, Madina, Nias dan Asahan. Masing-masing Puskesmas tiga dokter spesialis, dengan kebutuhan spesialis anak, obgyn/kandungan dan penyakit dalam.

"Untuk dokter terbang di enam rumah sakit, disediakan biaya transport, jasa medis dan honorarium Rp 25 juta/bulan/dokter. Sedangkan tenaga untuk Puskesmas disediakan biaya transport lokal dan honorarium Rp2 juta/kunjungan/bulan," terang Nelly.

Lebih lanjut Nelly mengatakan, masa penempatan dokter spesialis per periode satu bulan sekali dan di-rolling perbulan. Hal itu dilakukan agar para dokter nantinya tidak bosan. "Dinkes Sumut telah mengadakan MoU dengan Dinkes Kabupaten/Kota dan rumah sakit daerah. Dari MoU tersebut, diperoleh kesepakatan mengenai kesediaan mengirimkan dokter spesialis dari rumah sakit daerah setempat atau terdekat ke Puskesmas beserta waktu pelaksanaan," tuturnya.

Dia menambahkan, tujuan dari dokter terbang ini tak lain untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat Sumut. Kemudian, pelaksanaan pelayanan kesehatan oleh dokter spesialis di rumah sakit dan Puskesmas (terpencil, perbatasan dan kepulauan), mendekatkan akses pelayanan dokter spesialis ke masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit dan Puskesmas. "Harapannya, terwujud pemerataan kualitas pelayanan kesehatan sehingga hak masyarakat akan kesehatan berkualitas terpenuhi," pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP H Adam Malik, dr Nurna Fauziah menyatakan mendukung program dokter terbang yang dilakukan Dinkes Sumut. Namun demikian, merealisasikan program ini tidak sesederhana yang dipikirkan. Sebab, hal ini menyangkut kesiapan RSUP H Adam Malik.

"Karena kita (RSUP H Adam Malik) merupakan rumah sakit tipe A, maka pastinya sudah melayani layanan subspesialis. Akan tetapi, tenaga dokter spesialis yang ada belum mencukupi setiap divisi. Oleh karenanya, hal ini menjadi persoalan yang harus dipikirkan bersama mencari solusinya," ujar dr Nurna. (M17/q)

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Medan Sekitarnya

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Medan Sekitarnya

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Medan Sekitarnya

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Medan Sekitarnya

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Medan Sekitarnya

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor