Lubukpakam (SIB)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera merealisasikan pembangunan jaringan gas (Jargas) alam di Kabupaten Deliserdang tahun 2020. Setelah sukses pada tahun 2018 di Kecamatan Tanjungmorawa dengan total 5.600 jaringan, tahun ini pengembangan dilakukan di Kecamatan Lubukpakam dan Tanjungmorawa kembali.
Informasi yang dikumpulkan, Deliserdang menjadi satu-satunya kabupaten di Sumut yang mendapat penambahan pemasangan jaringan oleh Kementerian ESDM pada tahun 2020. Perusahaan Gas Negara (PGN) dijadikan pendamping untuk mengawasi proyek ini.
Sales Area Head Medan PGN, Saeful Hadi melalui Sales Refresentatif Unit Layanan Jargas PGN, Viktor SM Manurung menyebut untuk konstruksi pembangunannya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020.
Saat ini pihak Kementerian ESDM masih melakukan proses tender untuk mendapatkan kontraktor yang akan mengerjakan konstruksi di dua kecamatan yakni Lubukpakam dan Tanjungmorawa. Untuk tahap II ini jumlah jaringan yang akan terpasang disebut lebih besar jumlahnya dari tahap I.
"Untuk tahap II Tahun 2020 ini Deliserdang dapat sekitar 6800-an untuk Lubukpakam dan Tanjungmorawa. Jadi hanya Deliserdang saja yang dapat penambahan, Medan tidak dapat. Kalau sudah selesai proses tender ya langsung dikerjakan pastinya untuk kontruksinya. Kalau survei sudah selesai dilakukan Kementerian ESDM dengan melibatkan konsultan untuk mencari data-data," ujar Victor SM Manurung kepada wartawan, Minggu (16/2).
Berkaca dari pengalaman di Tanjungmorawa, Victor berharap agar ke depan masyarakat yang mendapatkan pemasangan jaringan betul-betul siap. Meski pembangunan kontruksi sudah selesai di akhir tahun 2018 namun disebutnya hingga kini baru 85 persen yang sudah siap untuk menggunakannya.
Meski pihak PGN siap membantu untuk mengonversi atau mengganti kompor gas yang digunakan masyarakat secara gratis namun masih ada saja yang belum siap.
"Ya tidak bisa kita paksakan memang masyarakat. Kalau untuk konstruksi sudah siap di Tanjungmorawa hanya saja masyarakatnya ada yang belum siap. Tidak ada kena biaya sebenarnya karena memang gratis pemasangannya dan termasuk untuk konversi kompornya. Tapi lambat laun nanti mungkin mereka akan mau juga itu. Nah untuk yang tahap II ini kita harapkan tidak terjadi hal-hal seperti inilah," terang Viktor.
Ia tak memungkiri bahwa pemakaian jaringan gas alam ini bebas dari risiko. Namun, ia meyakini proyek ini dilaksanakan melalui kajian teknis. "Yang namanya bahan bakar ya pasti ada risiko, karena pakai minyak tanah saja ada risikonya. Tapi sejauh ini di Tanjungmorawa yang sudah memakai belum ada kendalanya. Kita juga punya call center 1500645 kalau ada masalah bisa dihubungi. Kalau ada pengaduan masyarakat tentang kebocoran langsung kita tangani. Kalau kebocoran di pipa ya pernah, tidak banyak titiknya dan bisa ditangani," sebut Victor.
Ia menyebut banyak kemungkinan penyebab saluran pipa gas bisa bocor. Antara lain, ada pihak lain melakukan penggalian dan mengenai saluran.
Meski terkadang tidak dilaporkan namun pihak PGN menyebut bisa mengetahui kebocoran dan melakukan pendeteksian karena bisa diketahui dari tekanan gas. (T05/c)