Medan (SIB)
Gubernur Sumut diwakili Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Noval Mahyar membuka seminar dan workshop perumahsakitan yang mengusung tema 'Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Indonesia di Era Industri 4.0 dan Universal Health Coverage (UHC)' yang digelar Persi Sumut di Hotel Santika, Rabu (19/2).
Ketua Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Pusat dr Kuntjoro Adi Purjanto MKes mengatakan, mutu pelayanan di setiap rumah sakit harus terus diupayakan setiap saat. Karena mutu pelayanan ini menyangkut masalah manusia, bukan hewan atau pun lainnya. Apalagi saat ini perubahan teknologi semakin berkembang pesat.
“Contohnya mendadak ada virus Corona di Wuhan, siapa yang tahu. Oleh karena itu kita harus senantiasa prepare, pelayanan harus ditingkatkan, mutu, keuangan harus baik, manfaatnya juga harus baik," tegasnya.
Dikatakannya lagi, mutu memiliki ukuran dan standar. Bahkan ia mengilustrasikan waktu tunggu pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Orang datang ke IGD sebelum lima menit sudah dilayani dokter, ini ukuran. Banyak sekali ukuran-ukuran itu. Era industri 4.0 itu merupakan era teknologi canggih. Rumah sakit harus memanfatkan era digital ini dengan benar. Bila tidak memanfaatkan era digital ini dengan benar tentu rumah sakitnya makin tidak efisien," jelasnya.
Dengan era 4.0 ini, diharapkan nantinya pasien yang hendak berobat ke poliklinik tak perlu menunggu lama seperti sekarang. Dengan teknologi yang ada sekarang, cukup diberitahu ke pasien bahwa 10 menit lagi harus sampai ke poliklinik. Sehingga pasien tidak perlu menunggu lama di poliklinik. "Karena menggunakan era digital 4.0 dan memanfaatkannya teknologi, ruang tunggu poliklinik nantinya juga tidak perlu luas lagi seperti sekarang," pungkasnya.
Sementara, Ketua Persi Sumut dr Azwan Hakmi Lubis SpA menyebutkan di era industri 4.0 dan (UHC) saat ini sedemikian tinggi tuntutan masyarakat Sumut terhadap mutu perumahsakitan.
"Oleh karena itu kita berharap gubernur dan DPRD Sumut untuk mendukung perumahsakitan di Sumut. Sehingga pelayanan di rumah sakit bisa meningkat dan pasien tak perlu lagi keluar negeri untuk berobat," kata Azwan Hakmi Lubis. Ia juga menambahkan, sampai saat ini dari 220 lebih rumah sakit yang ada di Sumut, 160 di antaranya sudah terakreditasi.
18 Provinsi
Ketua Panitia dr Syaiful Sitompul menyebutkan seminar dan workshop yang dilaksanakan tersebut adalah seminar ke 10 dan menjadi agenda rutin Persi Sumut. "Seminar dan workshop ini diikuti peserta dari 18 provinsi di antaranya NAD, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumsel, DKI Jakarta, Jabar, Jatim, Jateng, Banten, Kalimantan Barat dan lainnya," pungkasnya.
Sedangkan Noval Mahyar menyampaikan harapan gubernur agar kegiatan ini dapat memberi manfaat sebesar-besarnya dan dapat diimplementasikan guna mewujudkan pelayanan rumah sakit yang lebih baik sesuai kebutuhan masyarakat. "Marilah kita sama-sama tidak pernah lelah berbakti dan berjuang terus melalui pembangunan kesehatan secara optimal," ujar Noval.
Noval juga mengatakan hasil seminar yang dilaksanakan ini segera disampaikan kepada Pemprov Sumut. "Apabila ada yang terkendala dalam perizinan mengenai rumah sakit di Sumut agar segera melaporkannya ke kami untuk dicari solusinya," tambahnya. (M17/d)