RS Adam Malik Kembali Rawat Bayi Kembar Siam Dempet Perut dari Labuhanbatu

Redaksi - Sabtu, 22 Februari 2020 11:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_2885_RS-Adam-Malik-Kembali-Rawat-Bayi-Kembar-Siam-Dempet-Perut-dari-Labuhanbatu.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
KEMBAR SIAM : Bayi kembar siam sedang dirawat di ruang perinatologi khusus RSUP H Adam Malik, Jumat (21/2). 

Medan (SIB)

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik kembali merawat bayi kembar siam dempet perut asal Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjunghaloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Kini, usia bayi yang lahir dari pasangan Supono (32) dan Nur (25) ini berusia 2 bulan lebih.

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom mengatakan, sejauh ini tim dokter yang merawatnya belum menentukan kapan waktu yang tepat untuk operasi pemisahan kedua bayi tersebut. Sebab, bayi kembar berjenis kelamin laki-laki itu masih bermasalah terkait berat badan.

"Masih dalam kategori BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Jadi, untuk pemisahan belum tahu karena kondisi berat badannya masih jauh sekali," kata Rosa kepada wartawan, Jumat (21/2) malam.

Disebutkan Rosa, kedua bayi tersebut saat ini memiliki berat badan sudah mencapai 5.640 gram (5,64 kg) dari sebelumnya hanya 2,64 kg. Pun begitu, berat badannya belum ideal. Karena menurut standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), seorang bayi laki-laki usia 2 bulan normalnya memiliki berat badan 4,2 hingga 5,5 kg.

Menurut dia, selain berat badan ada faktor atau pertimbangan lain untuk operasi pemisahan tubuh si kembar siam dempet perut tersebut yaitu kondisi kematangan organnya. Begitupun, tim dokter juga belum ada melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap organ di dalam tubuh kedua bayi.

"Sampai saat ini tim dokter masih fokus untuk menaikkan berat badan dan memerbaiki kondisi umum dari bayi kembar siam tersebut. Artinya karena BBLR, kondisi umumnya belum begitu bagus. Makanya, fokus utama untuk menaikkan berat badan dan memperbaiki kondisi dulu baru nanti selanjutnya akan ada pemeriksaan ke arah sana (organ dalam tubuh)," sebut Rosa.

Ia menuturkan, bayi kembar siam tersebut sudah dirawat di ruang perinatologi khusus setelah dipindahkan dari ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Alasannya, karena kondisi kesehatan si kembar terus membaik dan tidak lagi menggunakan ventilator serta alat bantu kesehatan lain.

"Kebutuhan dari bayi kembar siam ini relatif terpenuhi karena orangtuanya cukup banyak mendapatkan bantuan. Kedua bayi ini juga sudah minum ASI, meski masih harus dibantu susu formula khusus untuk bayi prematur," tuturnya sembari menambahkan, untuk biaya perawatan selama di rumah sakit ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan karena merupakan peserta.

Diketahui, Nur melahirkan bayi kembar siam dempet perut berjenis kelamin laki-laki pada Senin, 9 Desember 2019 lalu. Bayi yang lahir dengan operasi sesar tersebut langsung dirawat di Ruang Perinatologi RS Adam Malik. Bayi tersebut lahir pukul 10.15 WIB, dengan berat badan 2,6 kg dan panjang 39 cm. (M17/f)

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Medan Sekitarnya

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Medan Sekitarnya

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Medan Sekitarnya

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Medan Sekitarnya

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Medan Sekitarnya

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor