Medan (SIB)
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik kembali merawat bayi kembar siam dempet perut asal Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjunghaloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Kini, usia bayi yang lahir dari pasangan Supono (32) dan Nur (25) ini berusia 2 bulan lebih.
Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom mengatakan, sejauh ini tim dokter yang merawatnya belum menentukan kapan waktu yang tepat untuk operasi pemisahan kedua bayi tersebut. Sebab, bayi kembar berjenis kelamin laki-laki itu masih bermasalah terkait berat badan.
"Masih dalam kategori BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Jadi, untuk pemisahan belum tahu karena kondisi berat badannya masih jauh sekali," kata Rosa kepada wartawan, Jumat (21/2) malam.
Disebutkan Rosa, kedua bayi tersebut saat ini memiliki berat badan sudah mencapai 5.640 gram (5,64 kg) dari sebelumnya hanya 2,64 kg. Pun begitu, berat badannya belum ideal. Karena menurut standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), seorang bayi laki-laki usia 2 bulan normalnya memiliki berat badan 4,2 hingga 5,5 kg.
Menurut dia, selain berat badan ada faktor atau pertimbangan lain untuk operasi pemisahan tubuh si kembar siam dempet perut tersebut yaitu kondisi kematangan organnya. Begitupun, tim dokter juga belum ada melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap organ di dalam tubuh kedua bayi.
"Sampai saat ini tim dokter masih fokus untuk menaikkan berat badan dan memerbaiki kondisi umum dari bayi kembar siam tersebut. Artinya karena BBLR, kondisi umumnya belum begitu bagus. Makanya, fokus utama untuk menaikkan berat badan dan memperbaiki kondisi dulu baru nanti selanjutnya akan ada pemeriksaan ke arah sana (organ dalam tubuh)," sebut Rosa.
Ia menuturkan, bayi kembar siam tersebut sudah dirawat di ruang perinatologi khusus setelah dipindahkan dari ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Alasannya, karena kondisi kesehatan si kembar terus membaik dan tidak lagi menggunakan ventilator serta alat bantu kesehatan lain.
"Kebutuhan dari bayi kembar siam ini relatif terpenuhi karena orangtuanya cukup banyak mendapatkan bantuan. Kedua bayi ini juga sudah minum ASI, meski masih harus dibantu susu formula khusus untuk bayi prematur," tuturnya sembari menambahkan, untuk biaya perawatan selama di rumah sakit ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan karena merupakan peserta.
Diketahui, Nur melahirkan bayi kembar siam dempet perut berjenis kelamin laki-laki pada Senin, 9 Desember 2019 lalu. Bayi yang lahir dengan operasi sesar tersebut langsung dirawat di Ruang Perinatologi RS Adam Malik. Bayi tersebut lahir pukul 10.15 WIB, dengan berat badan 2,6 kg dan panjang 39 cm. (M17/f)