Binjai (SIB)
Kabar gembira bagi seluruh masyarakat Muslim di Kota Binjai. Pasalnya, pada awal tahun 2020 ini jumlah masjid di daerah tersebut kembali bertambah.
Adalah Masjid Al-Waliyyu, masjid dalam lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Binjai, di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, yang melengkapi jumlah total 189 masjid di Kota Binjai.
Sejak direnovasi pada awal September 2019 lalu, rumah ibadah berkapasitas lebih dari 100 jemaah dan dibangun di atas lahan seluas lebih dari 400 meter persegi itu, kini resmi berganti status dari musala menjadi masjid.
Peresmian ditandai dengan prosesi penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak, Peni Hirjanto, dalam acara resepsi yang digelar, Jumat (21/2) siang.
Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Waliyyu turut menggelar Salat Jumat perdana, dengan menghadirkan Ustaz Indra Wibowo, selaku khatib dan imam.
Turut hadir, (Plt) Kakanwil DJP Sumatera Utara I, Max Darmawan, Kakanwil DJP Sumatera Utara II, Romadhaniah, Kepala KPP Pratama Binjai, Yan Santoso Purba, Sekdako Binjai, Muhammad Mahfullah Pratama Daulay, Kakan Kemenag Binjai, Abdul Rahman Harahap, serta unsur muspida plus Kota Binjai.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak, Peni Hirjanto, menyambut baik peresmian Masjid Al-Waliyyu. Apalagi kehadiran rumah ibadah tersebut menjadi penanda keberhasilan KPP Pratama Biniai memperoleh penerimaan pajak 105 persen sepanjang 2019.
"Saya yakin, kehadiran Masjid Al-Waliyyu akan mampu mengoptimalkan kinerja pelayanan publik dan memperkuat program pembinaan rohani bagi para pegawai pajak di lingkungan KPP Pratama Binjai," terangnya.
Secara khusus, Peni Hirjanto juga berharap, keberadaan Masjid Al-Waliyyu dapat dimanfaatkan sebagai wadah silaturahmi, pusat kegiatan sosial, serta ladang amal bagi setiap pegawai pajak dan masyarakat sekitar.
"Tegas saya katakan, kehadiran Masjid Al-Waliyyu bukan hanya sekadar kebanggaan bagi KPP Pratama Binjai, tetapi juga kebanggaan bagi Direktorat Jenderal Pajak," serunya.
Sementara itu, Sekdako Binjai Muhammad Mahfullah Pratama Daulay berharap, kehadiran Masjid Al-Waliyyu mampu mendukung kerjasama KPP Pratama Binjai dengan Pemko Binjai, untuk penyelenggaraan kegiatan kerohanian dan sosial kemasyarakatan.
Secara khusus dia pun menegaskan komitmen Pemko Binjai dalam meningkatkan kerjasama, termasuk segera merealisasikan penghapusan aset daerah atas lahan dan bangunan yang selama ini difungsikan sebagai Kantor KPP Pratama Binjai.
"Alhamdulilah, dengan menerapkan konsep kota cerdas dan sinkronisasi layanan digital perpajakan, Pemko Binjai dan KPP Pratama Binjai telah berhasil mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor pajak," ujar Mahfullah.
Sebelumnya, Kakan Kemenag Binjai, Abdul Rahman Harahap, menyatakan, Masjid Al-Waliyyu diharapkan menjadi masjid terbaik di Kota Binjai. Bukan hanya dari segi fasilitas, tetapi juga dari segi jumlah jemaah dan kuantitas kegiatan kerohanian.
"Dalam bahasa Arab, Al-Waliyyu berarti pemimpin. Sehingga kita turut berharap, masjid ini mampu memimpin upaya pemakmuran masjid di Kota Binjai, dan menjadikan KPP Pratama Binjai sebagai pemimpin penerimaan pajak di Sumatera Utara," ujarnya. (M23/f)