Pangkalansusu (SIB)
Budidaya ikan kerapuh KJA (Kerambah Jaring Apung), dan KJT (Kerambah Jaring Tancap) semakin diminati para pengusaha di kawasan pesisir pantai Pangkalansusu Kabupaten Langkat.
“Ikan kerapu cantik menjadi salah satu pilihan para pembudidaya. Selain bernilai jual tinggi, kerapu cantik ini juga mempunyai peluang eksporâ€, ujar Kades Pulau Sembilan, Arifin Sum kepada SIB Jumat (21/2) di Pangkalansusu.
Sepuluh tahun belakangan ini, lanjutnya, sejumlah warganya yang sebelumnya bekerja hanya sebagai nelayan tradisional, kini telah beralih menjadi pelaku usaha budidaya ikan kerapu.
Dengan adanya usaha budidaya ikan kerapu, kata dia, kini beberapa warganya bisa meraih keuntungan yang lumayan besar per satu kali panen, jika hasil produksi panen ikan seperti diharapkan.
Dikatakan, selain harga jual tergolong tinggi, ikan kerapu cantik juga memiliki pertumbuhan relatif cukup cepat dibandingkan jenis kerapu lainnya, sehingga para pelaku usaha bisa memenuhi permintaan pasar lokal maupun kebutuhan ekspor.
Selain pertumbuhannya tergolong cepat, ikan kerapu cantik juga "kebal" terhadap penyakit. Permintaan kerapu cantik juga semakin tinggi, walaupun nilai jualnya tidak semahal kerapu bebek.
Senada dengan itu, pengusaha ikan kerapu di pesisir pantai Desa Pulau Kampai Kecamatan Pangkalansusu, Iliyas mengatakan, budidaya kerapu cantik KJA dan KJT, selain terkenal karena kelezatannya, juga merupakan salah satu andalan untuk meraih devisa dari sektor kelautan dan perikanan.
Dikatakan, bisnis ikan kerapu membutuhkan modal yang cukup besar dan kerja keras, namun bila dibandingkan keuntungan yang didapat, modal tersebut bisa dikatakan relatif kecil.
“Meski harga penjualan ikan kerapu cantik tidak sebesar harga kerapu bebek, namun budidaya kerapu cantik lebih digemari pengusaha di desanya karena dinilai lebih menguntungkan,†ujarnya.(M25/c)