Medan (SIB)
Porses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru 2020/2021 di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Medan dan Sumatera Utara telah efektif dimulai pada 13 Juli 2020. Pada pelaksanaannya, pantauan SIB di sejumlah sekolah di Kota Medan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) masih dilakukan secara daring atau online , mengingat Medan masih dalam wilayah zona merah Covid-19
Meskipun penerapan KBM secara online telah dilakukan berbulan-bulan , namun diakui sejumlah kepala sekolah seperti Kepala Sekolah SDN 060870 Zamri, SMAN 2 Medan Buang Agus dan Kasi Kurikulum Kesiswaan Disdik Kota Medan Hamzah Harahap, bahwa pada pelaksanaannya masih saja ditemui kendala dan tantangan, seperti tidak semua siswa memiliki gadget dan minimnya pengetahuan orangtua dalam menggunakan HP andorid sehingga membuat siswa banyak ketinggalan informasi.
Oleh karena itu, untuk memperbaiki sistem agar belajar daring dan luring efektif dilakukan dan siswa tetap mendapatkan pengajaran yang efisien, guru dituntut melakukan banyak hal seperti membuat skenario untuk berkomunikasi dengan orangtua/wali dan peserta didik. Guru harus membuat RPP yang sesuai dengan minat dan kondisi anak. Mengumpulkan dan merekap tugas yang dikirim peserta didik dalam waktu yang disepakati.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerjasama Kepala Sekolah (MKKS) Kota Medan, Mukhlis mengatakan, jika ada tudingan-tudingan banyak orang yang mengira bahwa guru otomatis menganggur tak ada kerja, hanya kirim-kirim tugas saja, itu tidak masuk akal.
"Pasalnya, yang dilihat dan dibayangkan bahwa guru tidak ada kerjanya di masa pandemi Covid-19, hanya kasih-kasih tugas saja. Padahal kalau dilihat sebelum mengirim tugas kepada peserta didik , guru terlebih dahulu membuat finishing soal materi, video-video pembelajaran, modul-modulnya hingga mengikuti pelatihan-pelatihan agar lebih aktif dan kreatif . Jadi dalam persiapannya itu butuh waktu yang panjang bukan sehari dua hari. Terus terang, anggapan makan gaji buta itu sangat salah dan tentu melukai hati guru,"kata Mukhlis kepada SIB di Medan , Senin (13/7).
Lanjutnya, pekerjaaan yang dilakukan guru harus ada laporannya karena akan dikirim ke Disdik untuk dievaluasi dan dimonitoring. Jadi bukan sembarang kasih tugas tapi tidak terlihat hasilnya. Apalagi bagi guru yang terbiasa dengan penggunaan gadget , tugas ini mungkin mudah saja. Tapi bagi guru yang gaptek, ini adalah pekerjaan yang butuh perjuangan dan tak bisa dianggap sepele.
"Kita akui, KBM masih jauh lebih efektif dilakukan secara tatap muka. Jadi keinginan kita dan orangtua sebenarnya ya ini, tapi yang namanya instruksi dari Kemdikbud maka sekolah harus siap apapun kebijakan yang diterapkan baik belajar tatap muka maupun online. Banyak orangtua yang mengeluh karena sulit mengajari anak-anaknya di rumah dan meminta agar sekolah dibuka. Itu artinya orangtua tahu dan menyadari bahwa tugas guru itu berat. Maka bagi orangtua yang memahaminya tidak akan mungkin mengatakan hanya makan gaji buta,"kata Muklis yang juga Kepala SMAN 13 Medan.
Ditambahkannya, untuk masa-masa saat ini yang diperlukan sebenarnya adalah koordinasi yang baik antara guru dan orangtua, sebab seberupaya apapun, kalau tidak ada koordinasi dan kerjasama yang baik proses KBM akan sia-sia dan tidak akan berjalan dengan efektif. (M20/c)