Stok Darah Menipis, Wagub Sumut Imbau PMI ‘Jemput Bola’

Redaksi - Sabtu, 22 Agustus 2020 10:48 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/08/_7313_Stok-Darah-Menipis--Wagub-Sumut-Imbau-PMI--lsquo-Jemput-Bola-rsquo-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Dok/Humas Pemprov Sumut
Donor: Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah melakukan donor darah di mobil Palang Merah Indonesia (PMI) Medan yang didatangkan ke Rumah Dinas Wagub di Jalan Teuku Daud Medan, Rabu (19/8). 

Medan (SIB)

Jumlah stok darah di Sumut semakin menipis, terutama sejak masa pendemi Covid-19. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya guna meningkatkan stok darah agar mampu memenuhi kebutuhan darah masyarakat di daerah ini.

Kondisi ini pula yang membuat Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah tergerak untuk mendatangkan mobil Palang Merah Indonesia (PMI) Medan ke Rumah Dinas Wagub di Jalan Teuku Daud Medan, Rabu (19/8) mengumpulkan darah para tamu yang ingin mendonorkan darahnya.

Upaya ‘jemput bola’ ini, menurut Wagub, perlu dilakukan PMI guna meningkatkan partisipasi masyarakat mendonorkan darahnya. "Langkah nyata yang bisa diupayakan untuk meningkatkan persediaan kantong darah adalah dengan melakukan sosialisasi dan menjemput bola. Datangi kantor-kantor dinas, kantor kepolisian atau pun kantor swasta. Karena satu kantor dinas pasti karyawanya lebih dari 50 orang, jadi bisa lebih cepat menambah jumlah stok darah," ujar Wagub yang juga ikut mendonorkan darahnya.

Wagub yang juga merupakan Ketua PMI Medan, mengimbau masyarakat agar tidak takut melakukan donor darah pada masa pandemi Covid-19. Semuanya akan baik-baik saja, karena petugas PMI yang akan mengambil darah tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Stok darah kita menurun selama pandemi ini, karena masyarakat enggan mendonorkan darahnya, mungkin karena takut. Padahal donor darah itu penting bagi kesehatan kita. Masalah takut tertular Covid-19, kawan-kawan PMI pasti sudah melakukan sterilisasi sebelum menjalankan tugasnya dan yang paling penting tetap menggunakan masker dan hand sanitizer saat mendonor darah," ujar Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Senada dengan Wagub, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, tidak perlu takut mendonor darah saat masa pandemi, sebab prosedurnya sudah aman dan Covid-19 tidak menular melalui darah. "Ada banyak manfaat donor darah yang bisa didapatkan, baik oleh penerima maupun penyumbang darah, salah satunya tubuh pun merasa lebih bugar setelah mendonor," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) UTD PMI Medan Ira Fitrianti Putri Lubis, menyampaikan, hingga Rabu (19/8) stok darah siap pakai yang dimiliki PMI Kota Medan sekitar 200 kantong. Padahal sebelum Covid-19, stok darah bisa mencapai 4.000 hingga 5.400 kantong darah. “Saat ini untuk didistribusikan ke BDRS pun kita kurang. Untuk menutupi kekurangan itu kita pun melakukan sistem donor keluarga atau donor pengganti, karena setiap hari permintaan kantong darah bisa mencapai 200 kantong darah," ungkapnya.

Menurut Ira, saat ini ada syarat tambahan untuk melakukan donor. Selain harus sehat jasmani dan rohani, berusia 17â€"65 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kg, memiliki tekanan darah dalam batas tekanan sistolik 100â€"170 mmHg dan diastolik 70â€"100 mmHg, memiliki kadar Hb normal, yaitu 12,5â€"17,0 g% dan tidak mendonorkan darahnya dalam 12 minggu terakhir. "Selama pandemi Covid-19 ini, dianjurkan untuk tidak melakukan donor darah apabila mengalami demam, tidak enak badan, atau gejala yang mengarah pada Covid-19 seperti batuk, pilek dan sulit bernafas serta memiliki riwayat kontak dekat dalam 14 hari terakhir dengan orang yang didiagnosis atau diduga terinfeksi atau diduga terinfeksi virus Corona," tambahnya.(M11/d)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Medan Sekitarnya

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Medan Sekitarnya

Ibadah Bhayangkari Cabang Kota Besar Medan, Pdt Iwan Simorangkir: Wanita Sumber Kebahagiaan dan Berkat

Medan Sekitarnya

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Medan Sekitarnya

DPRD Kota Medan Soroti Bangunan Tanpa PBG, Antonius Tumanggor Desak Penindakan

Medan Sekitarnya

Sun Plaza Ramai Jelang Imlek, Diskon hingga 70 Persen Diserbu Pengunjung