Kapolda Sumut Jenguk Personil Terluka Saat Amankan Demo Anarkis di DPRD SU

Redaksi - Minggu, 11 Oktober 2020 18:55 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/10/_2690_Kapolda-Sumut-Jenguk-Personil-Terluka-Saat-Amankan-Demo-Anarkis-di-DPRD-SU.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto SIB/Roni Hutahaean
JENGUK: Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin di dampingi PJU lainnya menjenguk sejumlah personel yang dirawat di RSU Bhayangkara Medan, akibat korban demo anarkis, kemarin.

Medan (SIB)

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin menjenguk personil yang terluka saat mengamankan aksi demo anarkis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Sabtu (10/10).

Setibanya di rumah sakit, Kapolda didampingi sejumlah PJU Polda langsung menuju Ruang Teratai 3 di lantai II untuk melihat kondisi kesehatan personel yang dirawat.

"Kamu sehat kan. Enggak takut kan, masih tetap semangatkan," ucap Martuani kepada Briptu M Tivani.

Mendengar perkataan Kapolda, Tivani pun langsung menjawab dirinya masih tetap bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai personil polisi.

Kemudian Kapolda bergerak ke Ruangan Teratai 6 melihat kondisi Bripka Darto Silaban yang menjadi korban penganiayaan dan mobil dinas yang dikendarai dibakar para demonstran.

Saat bertemu, Darto menerangkan saat itu dirinya tengah membawa sejumlah kantong darah untuk menolong pasien yang tengah dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut.

"Sangat anarkis para demonstran itu jenderal. Beruntung dalam peristiwa itu nyawa saya berhasil diselamatkan," ujarnya.

Mendengar pengakuan itu, Martuani pun langsung menyemangati Darto agar tidak takut ketika melaksanakan tugas negara.

"Kamu tetap semangat dan jangan takut saat melaksanakan tugas ya," terang Kapolda Sumut seraya memberikan bantuannya.

Kepada wartawan, Martuani menyebutkan, kedatangannya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat kondisi anggota yang terluka saat bertugas mengamankan aksi demo di Kantor DPRD Sumut yang berujung anarkis beberapa waktu lalu.

"Ada 36 personil yang terluka saat mengamankan aksi demo menolak Omnibus Law di DPRD Sumut. Dimana, 6 personil menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Sumut," sebutnya.

Keenam personil yang terluka yalni Briptu M Tivani, Bripka Darto Silaban, Brigadir Rudi Hariyanto, Bripka Muhammad Rifky, Bripda Usma Hakim Sibuea dan Bripda Restu Giawa.

"Semoga saya doakan para personil yang terluka segera pulih dan secepatnya kembali bertugas," pinta Martuani.

Sebelumnya, keluarga pendemo anarkis juga ada yang telah menjenguk personil yang menjadi korban. Keluarga pendemo anarkis berharap Polda Sumut dapat memaafkan anak-anak mereka.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan atas kejadian tersebut, pendemo beserta keluarga menjenguk anggota Polri yang menjadi korban yang saat ini dirawat di Rumkit Bhayangkara TK II Medan.

Salah seorang perwakilan dari keluarga pendemo memohon maaf atas ulah dari aksi anak-anak mereka yang sudah bertindak anarkis hingga melukai sejumlah anggota Polri.

PULANGKAN.

Polda Sumut juga telah memulangkan 198 pendemo yang sempat diamankan karena terlibat tindakan kesuruhan saat unjuk rasa tolak Omnibus Law di Gedung DPRD Sumut, Jumat (9/10) malam.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan para pendemo dipulangkan karena masih berstatus di bawah umur, pelajar, serta mahasiswa.

Sebelum dipulangkan, terlebih dahulu memanggil para orangtua membuat pernyataan di atas materai secara tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Selain memulangkan para pendemo, Polda Sumut menahan 27 para pendemo yang terbukti melakukan tindakan pelemparan, pengerusakan serta positif narkoba.

Selain itu, Polda Sumut mengisolasi 21 pendemo dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test oleh Satgas Covid-19.

"Sebanyak 27 pendemo ditahan karena terbukti melanggar pasal 170 melakukan tindak kekerasan. Sedangkan untuk pasal lainnya masih didalami,” sebut Tatan.

Terpisah, Direktur Kriminal Umum, Kombes Irwan Anwar kepada SIB menyebutkan, aksi demo susulan, Jumat (9/10) sore lalu, sebanyak 452 orang pendemo berhasil diamankan.

Para pendemo susulan menolak Omnibus Law itu langsung dibawa ke Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Aksi demo susulan itu, Polisi berhasil mengamankan 452 orang para pendemo, kini mereka masih diperiksa anggota," sebut Kombes Irwan Anwar. (RH/d)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Viktor Silaen Dorong Pembentukan Satgas Literasi Digital dan Ketahanan Ideologi Tangkal White Supremacy dan Neo-Nazi

Medan Sekitarnya

Viktor Silaen SE MM Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PDK Kosgoro 1957 Sumut 2026–2031

Medan Sekitarnya

DPRD SU: Mundurnya 3 Kadis Bentuk Fenomena "Silent Resignation" Birokrasi Pemprovsu

Medan Sekitarnya

Zeira Salim: Program Gentengisasi Prabowo Hendaknya Prioritaskan Bagi Korban Bencana Sumatera

Medan Sekitarnya

Sutarto Minta Pemerintah Pusat Sinkronisasi Data PBI Dipercepat

Medan Sekitarnya

Zeira Salim Ritonga: Aksi Tawuran di Belawan Sudah Kategori Darurat Keamanan Harus Segera Dihentikan