HIPAKAD Tebingtinggi Minta DPRD dan Dinas Pendidikan Bahas Strategi Pembelajaran di Tengah Pademi Covid-19

Redaksi - Senin, 12 Oktober 2020 18:01 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/10/_974_HIPAKAD-Tebingtinggi-Minta-DPRD-dan-Dinas-Pendidikan-Bahas-Strategi-Pembelajaran-di-Tengah-Pademi-Covid-19.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto Dok/Toni Nainggolan
Toni Nainggolan

Tebingtinggi (SIB)

Ketua Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Tebingtinggi, Toni Nainggolan meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tebingtinggi dan Dinas Pendidikan membahas strategi pembelajaran tatap muka di masa pademi Covid-19.

"Belajar daring sudah begitu lama dan dianggap tidak efektif bagi anak didik, sehingga harus sesegera mungkin mencari solusinya," kata Toni Nainggolan kepada SIB, Sabtu (10/10).

Nainggolan mengatakan, sepakat dengan anggota DPRD Tebingtinggi Kaharuddin Nasution yang mengatakan, pembelajaran melalui daring tidak efektif. Sebagaimana yang dimuat Harian SIB, "Belajar di Tengah Pademi Covid-19, Pemko Tebingtinggi harus mempersiapkan diri".

"Saya sependapat dengan Kaharuddin, dalam pembelajaran tatap muka diperlukan sarana prasarana protokol kesehatan seperti pembuatan bulkhead (sekat pembatas)," kata Nainggolan.

Menurutnya, selama pademi Covid-19, anak didik tidak dapat memahami secara keseluruhan materi pembelajaran yang diberikan. Kemampuan orangtua untuk mendampingi dalam belajar sangat terbatas.

"Sudah pasti berbeda cara pendampingan belajar yang dilakukan guru dibandingan orangtua. Jika dibiarkan terlalu lama belajar daring, dikhawatirkan kualitas anak dalam dunia pendidikan akan menurun," ungkapnya.

Nainggolan berharap adanya respon cepat dari DPRD Tebingtinggi untuk menyelamatkan dunia pendidikan, khususnya bagi anak yang duduk di Sekolah Dasar (SD). Di mana mereka (pelajar SD) masih membutuhkan pemahaman dalam belajar, baik itu membaca atau menulis. (T02/d)


Tag:

Berita Terkait