Sergai (SIB)
Wakil Bupati (Wabup) Serdangbedagai (Sergai) H Darma Wijaya meninjau Pasar Desa Pon, di Dusun II Desa Pon, Kecamatan Seibamban untuk melihat kondisi pasar sekaligus menyerap aspirasi pedagang dan pengunjung di pasar tersebut, Senin (21/12).
Turut mendampingi Wabup, Kepala Dinas Perindagsar, H Karno, unsur Muspika Kecamatan Seibamban serta para petugas pasar Desa Pon Kecamatan Seibamban.
Usai melihat kondisi pasar, H Darma Wijaya kepada awak media mengungkapkan, ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan di Pasar Desa Pon, terutama terkait infrastruktur.
"Dengan infrastruktur yang baik, tentu akan memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas, sehingga secara bersamaan roda perekonomian juga berjalan dengan seirama. Oleh karenanya, saya mengimbau seluruh OPD dapat memberikan pelayanan terbaik serta melakukan inovasi demi kesejahteraan masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat,†imbaunya.
Pria yang akrab disapa Wiwik ini berkeinginan, masyarakat selaku pedagang maupun pembeli di pasar tradisional itu, merasa nyaman saat melakukan aktivitas. Untuk itu, dia bertekad menjadikan pasar tradisional senyaman mungkin, sehingga seluruh pasar-pasar tradisional menjadi ramai, yang akhirnya berdampak pada meningkatnya ekonomi kerakyatan.
"Saya akan dorong dan kerahkan seluruh OPD untuk terus melakukan inovasi di masyarakat. Saat ini, masyarakat sangat membutuhkan perubahan. Untuk menjadikan pasar tradisional nyaman, salah satunya harus didukung infrastruktur yang memadai seperti, jalan menuju pasar, kebersihan pasar serta fasilitas di pasar (toilet dan mushollah) harus tersedia dan terjaga dengan baik," tegasnya.
Dia juga mengajak para pedagang dan pembeli di pasar tersebut untuk bersama-sama menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama. "Selain itu, belum berakhirnya masa pandemi Covid-19, kami mengimbau seluruh masyarakat agar menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak," tandas Darma Wijaya.
Sebelumnya, Usminar warga Dusun II Desa Pon, yang merupakan pemilik kedai kopi di pasar tradisional tersebut mengeluhkan kondisi pasar yang kurang nyaman akibat adanya tumpukan sampah yang menimbulkan aroma tidak sedap
"Kondisi ini sangat mengganggu pengunjung di kedai. Saya sangat berharap agar bak sampah tidak dibiarkan menumpuk dan mengganggu pedagang makanan lainnya,†harapnya.
Keluhan lain juga disampaikan Dekman Purba. Salah seorang pedagang gorengan di pasar tradisional tersebut mengeluhkan fasilitas umum di pasar itu sangat kurang memadai dan akses menuju pasar juga kurang baik.
“Jalan menuju pasar banyak kubangan, sehingga membuat pembeli tidak nyaman dan malas datang berbelanja di pasar ini. Kami para pedagang berharap kepada pemerintah daerah agar ke depannya dapat menjadikan pasar ini lebih baik dan nyaman", pungkas Dekman Purba. (T06/a)