Naik Angkutan Trans Metro Deli Masih Gratis Sampai Batas Waktu Belum Ditentukan

Redaksi - Senin, 01 Maret 2021 18:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir032021/_3548_Naik-Angkutan-Trans-Metro-Deli-Masih-Gratis-Sampai-Batas-Waktu-Belum-Ditentukan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
(Ahmad Arfah/detikcom)
Bus Transmetro Deli mulai beroperasi di Medan. 

Medan (SIB)

Masyarakat masih dikenakan tarif gratis jika menggunakan jasa angkutan bus Trans Metro Deli yang merupakan program Buy The Service (BTS) Kementerian Perhubungan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ketentuan kapan berakhirnya tarif gratis ini tergantung kebijakan Kementerian Perhubungan. “Sampai sekarang masih gratis, kapan itu berakhir, kita belum tahu, tergantung Kementerian Perhubungan. Kami sebagai operator hanya menjalankan,” kata Dirut PT Medan Bus yang juga operator bus Trans Metro Deli, Jumongkas Hutagaol, kepada wartawan, Sabtu (27/2), di sela-sela pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh Wali Kota Medan kepada para pengemudi angkutan kota, taksi, AKAP, AKDP dan angkutan barang di terminal Amplas.

Dikatakan Jumongkas, sistim pembayarannya seperti tarif, pendapatan untuk operator, gaji karyawan, supir, biaya perawatan bus serta BPJS karyawan semua disubsidi Kemenhub. Penetapan tarif lewat harga per satu kilometer, sehingga ada target berapa kilometer per hari per unit/armada bus. “Contohnya, satu unit harus bisa mencapai 200 kilometer dikalikan harga satuan, itulah yang dibayarkan kepada operator. Begitu juga gaji supir dibayar oleh kementerian per kilometer, bukan kami (operator) yang menggaji mereka (supir),” terang Jumongkas.

Dia menjelaskan, sekarang ini jumlah armada bus Trans Metro Deli yang ada 72 unit sudah termasuk cadangan, yang beroperasi 65 unit di 5 koridor (trayek), cadangannya 7 unit. Setiap koridor ada cadangan 1-2 unit, sesuai jumlah unit di koridornya. Misalnya di Belawan, satu koridor yang beroperasi ada 20 unit dan cadangannya 2 unit. Cadangan ini digunakan apabila armada yang tidak bisa jalan (rusak) sehingga harus digantikan. “Koridor II jurusan Amplas-Lapangan Merdeka beroperasi 10 unit, jenis busnya marcedes, cadangannya 1 unit,” terangnya.

Tentang penambahan armada menurut Jumongkas sampai saat ini belum ada karena masih dalam lingkup Kota Medan, tapi kalau ada pengembangan koridor mungkin ditambah jika nanti sampai menjangkau Medan-Deli-serdang (Mebidang). “Ini masih Kota Medan, tapi rencana transportasi di Medan itu waktu tahun 2018, disurvei ada 23 koridor. Tapi MoU dengan Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan waktu itu masih 8 koridor. Tapi yang terealisasi masih 5 koridor, 3 koridor lagi mungkin tahun ini. Tapi semua itu harus disesuaikan dengan anggaran Kemenhub. Tiga koridor ukuran busnya jenis medium atau sering disebut orang ¾, sedangkan 2 koridor lagi Amplas-Lapangan Merdeka jenis bus Mercedes panjang,” terangnya.

Sebagai operator, lanjut Jumongkas, pihaknya hanya menyediakan armada. Pengadaannya melalui pinjaman dengan perbankan, sekarang mereka sedang proses. Pihak dealer mendahulukan armada sambil proses pinjaman dengan perbankan, tapi armada sudah berjalan. (M10/d)

Sumber
: Hariansib edisi cetak

Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Belum Berbayar, Organda Medan dan Kesper Desak Pemerintah Hentikan Pengoperasian BTS di Medan

Medan Sekitarnya

Pemko Medan Diharapkan Serius Tangani Penyalahgunaan Narkoba Kalangan Sopir

Medan Sekitarnya

Angkutan BTS atau Trans Metro Deli Koridor I dan III Resmi Beroperasi

Medan Sekitarnya

Driver Trans Metro Deli Wajib Lolos Kompetensi Kemenhub RI

Medan Sekitarnya

Pengoperasian BTS Trans Metro Deli Membuat Kota Medan Semakin Semrawut

Medan Sekitarnya

Anggota Komisi IV DPRD Medan Minta Bus BTS Tidak Benturan dengan Angkot