Sergai (SIB)
Jembatan yang terletak di Dusun Pondokpanjang, Desa Kayubesar, Kecamatan Bandarkhalifa, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) rusak parah. Kondisi tersebut mengancam pengguna jalan, pasalnya badan jembatan berlubang dan banyak tanpa baut pengaman.
Selain berkarat, akibat lubang yang menganga di badan jembatan, setiap pengguna kendaraan harus menggunakan sistem buka tutup. Kondisi ini bisa menyebabkan antrean dan memperlambat arus lalu lintas.
Hendra Sianipar (32) kepada SIB, Senin (29/3) mengatakan sudah hampir dua tahun jembatan tersebut rusak. Ia menyayangkan tidak ada tindakan perbaikan dari pemerintah atau dinas terkait.
"Pernah juga ada mobil terperosok di sini. Kalau mobil kecil paling bahaya. Naik sepedamotor juga harus pelan-pelan, biasanya kalau takut, pengendara sampe menggiring kendaraannya," jelasnya.
Hendra menambahkan, jembatan tersebut merupakan jalan utama antar kecamatan, bahkan menuju Kabupaten Batubara. Pengangkutan hasil pertanian dan laut, yang mayoritas pekerjaan warga sekitar, menjadi terkendala akibat jembatan yang rusak.
Ditemui di ruang kerjanya, Camat Bandarkhalifa, Muhammad Khairi mengatakan kepada SIB, Senin (29/3), sudah dua tahun jembatan tersebut rusak. Pihaknya sudah beberapa kali mengajak warga swadaya untuk mengurangi kerusakan, seperti penambahan badan jembatan dari kayu hingga lempengan besi, namun tetap saja rusak.
"Persoalannya adalah sejak dua tahun lalu, ruas jalan dari Kecamatan Tanjungberingin hingga Kabupaten Batubara, termasuk jembatan yang di Desa Kayubesar itu berubah status dari kabupaten menjadi provinsi. Akibatnya proses penganggaran berubah, makin lama kalau di provinsi. Apalagi saat ini, kita sedang menghadapi pandemi Covid-19. Jadi pembangunan terkendala," terangnya.
Saat ini, menurutnya pihak kecamatan sangat berharap agar aduan warga segera menjadi perhatian di tingkat provinsi. "Kita tinggal menunggu apa yang terjadi," tutupnya. (LS/f)