Mahasiswa di Medan Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM

Redaksi - Rabu, 07 September 2022 18:24 WIB
Foto: Dok/SIB/Firdaus Peranginangin
TURUN KE JALAN: Ratusan mahasiswa  dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Medan, Rabu (7/9/2022), turun kejalan dan menjadikan Gedung DPRD Sumut sebagai titik kumpul, dengan tuntutan penolakan kenaikan harga BBM. &

Medan (harianSIB.com)

Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Medan, Rabu (7/9/2022), turun kejalan dan menjadikan Gedung DPRD Sumut sebagai titik kumpul, dengan tuntutan penolakan kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang membunuh kehidupan rakyat secara perlahan.

Aksi menolak kenaikan harga BBM ini dilakukan secara "bergelombang" ke gedung dewan, diawali kelompok mahasiswa dari Universitas HKBP Nomensen, GMNI, HMI dan Gema Keadilan Sumatera Utara.

Para pengunjuk rasa berorasi di badan Jalan Imam Bonjol Medan persis di luar pagar gedung dewan sembari memajangkan poster bertuliskan 'tolak kenaikan harga BBM', 'BBM naik emak emak menjerit', 'kenaikan BBM rakyat tercekik', sehingga arus lalu-lintas di jalan tersebut terpaksa ditutup.

Seusai menyampaikan tuntutan, kelompok mahasiswa tersebut mendesak anggota dewan untuk menandatangani sikap penolakan kenaikan harga BBM, karena kebijakan itu terkesan "membunuh" kehidupan masyarakat secara perlahan.

Sementara itu, Ketua Umum GEMA Keadilan Sumut Lutfi Satria, dalam orasinya mengecam pemerintah, karena keputusan menaikkan harga BBM saat masyarakat sedang berusaha keluar dari kesulitan ekonomi pasca pandemi Covid 19 sangat tidak tepat, sebab akan membuat kehidupan masyarakat semakin sulit dan terjepit.

"Alasan menaikkan harga BBM, karena subsidi selama ini tidak tepat sasaran. Seharusnya pemerintah melakukan evaluasi terlebih dahulu dan menyiapkan langkah-langkah yang akan diambil, agar tidak menyengsarakan rakyat," katanya.[br]

Aspirasi mahasiswa diterima anggota DPRD Sumut H Wagirin Arman, Ahmad Hadian, Jonius Taripar P Hutabarat dan Tuahman Purba. Mereka menyatakan dukungannya terhadap tuntutan mahasiswa yang menolak dengan tegas kenaikan harga BBM.

"Jika ada petisi mahasiswa yang mau diteken, saya siap menandatanganinya. Karena saya sangat prihatin atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM di saat ekonomi rakyat sedang "morat-marit" dan mempunyai pendapatan pas-pasan, tentu akan semakin terpuruk perekonomiannya," kata Wagirin.

Jonius Taripar P Hutabarat juga secara tegas menolak naiknya harga BBM, karena kenaikan tersebut dipastikan akan dibarengi dengan harga-harga kebutuhan pokok, yang akhirnya menambah beban penderitaan masyarakat.

Aksi unjuk rasa mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan terlihat Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda memantau jalannya aksi dari halaman gedung DPRD Sumut.

Menjelang petang, sekelompok mahasiswa juga mendatangi Gedung DPRD Sumut dan melakukan pembakaran ban bekas di badan Jalan Imam Bonjol depan gedung dewan, sehingga asapnya mengepul hitam ke udara.

Tapi aksi bakar ban itu tidak sampai menimbulkan kericuhan, karena Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, didampingi Ketua Fraksi NasDem Tuahman Purba dan Poaradda Nababan menemui pengunjuk rasa dan menyatakan dukungannya terkait penolakan kenaikan harga BBM. (A4)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

SE Wali Kota Medan Terkait Daging Non Halal Jangan Jadi Sumbu Sensitivitas Baru

Medan Sekitarnya

Brimob Polda Sumut Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi 3C dan Begal di Medan

Medan Sekitarnya

Pemko Medan Bantah Larang Jualan Daging Non Halal, M Sofyan: Menata Usaha Agar Tertib

Medan Sekitarnya

IGD Tetap 24 Jam, RSU Haji Medan Atur Jadwal Rawat Jalan Saat Ramadan

Medan Sekitarnya

Polisi Lidik Dua Kasus Penyerangan Rumah Advokat di Jermal

Medan Sekitarnya

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu