Medan (SIB)Sejumlah agamawan dan pekerja sosial serta tokoh adat membentuk Yayasan "Katong Semua Marsihaholongan" untuk membantu sesama. Yayasan mengadopsi patah kata Ambon - Toba sehubungan dideklarasikan pada 15 Mei 2023 bersamaan dari Hari Kapitan Pattimura ke-206. Sejumlah tokoh yang ada di yayasan itu seperti Pdt Liem Hengkie Liemena, Bando Paul Tutupoly dan Jenniefer Monique KB.Pdt Liem Hengkie Liemena adalah pendeta di Gereja Kristen Maluku asal Ambon yang melayani untuk antar gereja dan lintas denominasi SARA. Bando Paul Tutupoly adalah tokoh pemuda. Di era 1980-an ia tercatat sebagai aktivis yang berhasil memadukan potensi pemuda dari ragam latar belakang. Jenniefer Monique KB adalah pekerja sosial.Yayasan "Katong Semua Marsihaholongan" dengan Pengawas Sabrina Alice Tutupoly dan Ny Martina Fransina S. Kepengurusan dengan Ketua Pdt Liem Hengkie Liemena, Sekretaris Bando Paul Tutupoly, Bendahara Jenniefer Monique KB. Pembina Ferry Amstrong, Andres C Matinahodruw dan Ny Liem Keterina. “Masih banyak tokoh khususnya dari kalangan muda bergabung dan terus berkembang,” ujar Pdt Liem Hengkie Liemena.Menurutnya, bangsa Indonesia sedang menuju ke cita-cita perjuangan seperti yang diamanatkan UUD 1945 dan Pancasila. Namun dalam perjalanannya ada ‘gangguan’ yang bersumber dari eko dan keakuan. “Saya di Maluku termasuk saat mengabdi di Sumut, memegang teguh bahwa sesama itu adalah saudara yang tak perlu dilihat dari asal-usul. Semua harus dilayani... ya harus dilayani tanpa harus melihat siapa tapi melayani dengan tanggung jawab harus melakukan seperti melayani diri sendiri,” ujarnya. “Yayasan terbuka untuk donasi dari siapapun dan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.Bando Tutupoly menambahkan, banyak warga di Sumut butuh bantuan dan tidak sedikit dermawan yang belum memahami warga mana yang menjadi prioritas menerima bantuan. “Yayasan ‘Katong Semua Marsihaholongan’ memfasilitasi dalam menyerahkan bantuan. Tentu didahulului riset dan meeaaan kecil, kelompok mana dan di daerah mana menjadi prioritas penerima,” tambahnya.Ia mengatakan, yayasan dimaksud pun bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama, adat dan sosial guna memastikan bantuan yang bakal diberikan tepat sasaran. “Semangat idealisma kami yang di yayasan adalah melayani sesama. Sekaligus memerhatikan sudut sosial kemasyarakatan,” tutup Bando Tutupoly. (R10/c)