Medan (SIB)
Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Muhammad Lokot Nasution perintahkan Fraksi P Demokrat DPRD Medan menyikapi isu revitalisasi pasar Pusat Pasar yang sempat meresahkan pedagang. Sebagai anak pedagang pasar Pusat Pasar, Lokot Nasution prihatin dengan isu ini yang tiba-tiba berkembang sangat pesat.
Kepada wartawan, Rabu (20/9), dia dihubungi sejumlah pedagang yang sangat resah dengan isu tersebut, lalu memerintahkan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu apa sebenarnya terjadi dan menjembatani aspirasi pedagang. Akhirnya pedagang divasilitasi Komisi 3 DPRD Medan bertemu Pemko dan Dirut PUD Pasar dan di dalamnya hadir perwakilan Fraksi P Demokrat Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, Senin (18/9).
“Dalam pertemuan tersebut, akhirnya Komisi 3 tidak menyetujui adanya penggusuran mengatasnamakan revitalisasi. Hal itu membuat pedagang sedikit lega, namun mereka tetap waspada, takut gaya-gaya lama bakal terjadi, misalnya kalau tidak mau digusur, pasar dibakar. Sampai-sampai mereka mengumpul uang menyewa mobil pemadam kebakaran,” ungkap Lokot menceritakan sampai sejauh itu keresahan pedagang kepada wartawan di kantor DPD P democrat Sumut Jalan Sudirman Medan.
Lokot menceritakan bahwa ayah dan ibunya adalah pedagang pasar Pusat Pasar dan kini diteruskan adik ayahnya. Sekarang dia sudah jadi pimpinan partai politik di tingkat Sumut, sehingga harus bertanggungjawab terhadap rakyat. Karena partai ada berkat dukungan rakyat, para pedagang adalah warga Kota Medan yang harus diperhatikan ketika pedagang merasa tidak nyaman.
“Kalau sampai terjadi revitalisasi Pusat Pasar mengakibatkan penggusuran pedagang, Partai Demokrat Sumut berjuang bersama pedagang agar itu tidak terjadi. Kami bukan anti investasi, tapi harus investasi yang baik menguntungkan seluruh pihak,” tegas Lokot didampingi Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu SH dan anggota Fraksi Parlindungan Sipahutar SH MH.
Lokot berharap, Pemko lebih berpihak kepada pedagang pasar, karena kondisi sekarang kondisi pedagang makin terjepit “tergerus” dagangan online. Pedagang di Pasar Tanah Abang Jakarta kios-kios sudah kosong, karena pedagang gulung tikar. Demikian juga di Medan, keberadaan pedagang mestinya dilindungi pemko agar keberlangsungan mereka mencari nafkah tetap terpelihara.
Burhanuddin Sitepu yang juga Wakil Ketua 2 DPD P Demokrat Sumut melaporkan, Ketua DPRD Medan sudah mengeluarkan rekomendasi yang salah satu poinnya meminta Pemko Medan tidak melakukanpenggusuran dan merevitalisasi yang berbentuk menghancurkan bangunan. Yang diperbolehkan hanyalah melakukan perawatan dan perbaikan gedung.
“Direktur PUD Pasar diminta mengeluarkan surat edaran bahwa tidak ada revitalisasi di Pusat pasar agar pedagang mendapat informasi secara formal. Setelah rekomendasi ini dikeluarkan, kami harapkan Dirut PUD Pasar mengeluarkan surat edaran yang bunyinya serupa dengan rekomendasi DPRD Medan,” ungkap Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, setelah berkomunikasi dengan Pemko bahwa sebenarnya tidak ada revitalisasi. Wacana yang berkembang adalah masa kontrak PT Medan Mall sudah berakhir, lalu ada penawaran kepada para investor untuk melanjutkan pengelolaan Medan Mall. “Tapi sepertinya ada miss komunikasi sehingga tersebar isu akan dilakukan revitalisasi,” tuturnya. (A5/c)