Langkat (SIB)Masa bakti pelaksana tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin SH akan berakhir Desember 2023. Sekalian itu, dukungan kepada Sekda Langkat, Amril SSos MAP untuk menjadi Pjs (Penjabat sementara) Bupati Langkat terus bergulir.Kali ini dukungan datang dari Bagio, tokoh Pujakesuma Langkat. Menurutnya, Pujakesuma menggelar rapat di Medan. "Kami mendukung penuh sosok putra terbaik Langkat Amril SSos MAP menjadi Pj Bupati Langkat. Ia sudah teruji menjalankan fungsi sebagai Sekertaris Daerah (Sekda). Beliau sudah kerap mewakili Plt Bupati Syah Afandin selama ini," kata Bagio saat berbincang dengan wartawan, Senin (4/12).Sebelumnya, Sujarno tokoh Muhamadiyah mengatakan tidak setuju jika Pj Bupati dijabat orang yang tidak paham kondisi masyarakat dan pembangunan yang sudah dicapai Kabupaten Langkat, karena psikologis masyarakat Langkat yang religius dan agamais serta kental dengan budaya yang berkembang."Jangan sampai masa satu tahun pembangunan dianggap enteng, karena Pj Bupati itu sangat menentukan momentum kemajuan Langkat ini. Kami usulkan, Kemendagri kiranya tidak ambigu terhadap usulan dan aspirasi masyarakat Langkat," harap Jarno.Diketahui sebelumnya, DPRD Langkat telah mengusulkan tiga calon Pj Bupati Langkat. Hal itu disampaikan Ketua PDI Perjuangan Langkat Ralin Sinulingga saat di konfirmasi baru-baru ini. "Ada tiga nama diusulkan DPRD Langkat yakni Amril SSos MAP, Drs Hermansyah, MIP dan Faizal Rizal Matondang, SSos, MAP," ungkap Ralin saat itu.Seiring dengan geliat pembangunan yang ada di Kabupaten Langkat, sangat membutuhkan sosok pemimpin Pejabat (Pj) Bupati yang peduli dan konsen terhadap kemajuan ekonomi dan budaya yang kental dengan nuansa agamis yang religiusMenanggapi calon Pj Bupati diusulkan DPRD Langkat, mayoritas masyarakat Langkat, tidak menginginkan kemajuan dan perkembangan yang sudah dicapai Kabupaten Langkat malah kemudian menurun akibat Pj Bupati dijabat orang tak berprestasi."Jangan sia-siakan satu tahun masa jabatan Pj Bupati," kata Jarno yang juga tokoh masyarakat Langkat.Dia menambahkan, sosok yang pantas menjadi Pj Bupati Langkat dan menguasai birokrasi saat mendampingi Plt Bupati H Syah Afandin SH. "Amril layak menjadi Pj Bupati, karena sudah menguasai sistem birokrasi dan arah pembangunan di daerah Langkat. Dia juga mempunyai kepatutan karena sudah pernah memimpin Organisasi Pemerintah Daerah (OPD)," ucapnya.Dia menambahkan, dengan mempertimbangkan aspek pengalaman dalam meniti karir sebagai seorang ASN, Amril SSos MAP dari seorang pamong sebagai camat, kemudian Kepala BKD dan inspektur, sampai akhirnya menjadi Sekda.Sudah tentu di bidang birokrasi beliau sudah terlatih dalam menghadapi permasalahan internal birokrasi pemerintahan, maupun dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat dan pembangunan."Di samping itu, dalam tata pergaulan di tengah-tengah masyarakat, beliau sangat adaptif, bisaditerima semua golongan di masyarakat, baik etnis, sosial maupun agama. Pada sisi lain, pengalaman beliau dalam tata kelola keuangan daerah tergolong bersih,” tambahnya. Amril juga masuk dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah, lanjut pentolan Muhamadiyah ini. Amril, sudah tentu memiliki kapabilitas dalam menciptakan kemampuan fiskal daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah. Dia juga yakin Amril punya kemampuan komunikasi karena memiliki link ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, sehingga akan memperlancar dalam menjalin hubungan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten. “Maka sudah sewajarnya Menteri Dalam Negeri dapat mendengar suara dan kearifan yang berkembang di masyarakat Langkat, hingga mempercayakan sosok Amril menjadi pejabat (Pj) Bupati 2024 sampai terpilihnya bupati dan wakil bupati dari proses Pilkada 2024. Sejalan dengan pendapat tokoh Muhammadiyah, Arnis yang juga tokoh masyarakat Langkat mengatakan, hanya sosok yang menguasai roda pemerintahan yang layak dipercaya menjadi Pj Bupati Langkat. “Sekertaris Daerah (Sekda), Amril SSos MAP sudah sangat piawai dan menguasai kondisi Kabupaten Langkat dan juga dekat dengan aparat pemerintahan kecamatan hingga desa,” ungkapnya. (**)