Pendapat Pembaca SIB di Deliserdang

Calon Nomor 2 Praktis dan Membumi, Calon Nomor 1 dan 3 Terkesan Beretorika

Redaksi - Jumat, 15 Desember 2023 13:28 WIB
Foto: Ist/harianSIB.com
Benhur Silitonga SEEdison Efendi Marpaung SH
Lubukpakam (SIB)Pembaca setia Koran SIB di Kabupaten Deliserdang, Benhur Silitonga SE menyampaikan pendapat soal debat calon Presiden RI, Rabu (13/12) malam menilai calon nomor 2 yaitu Prabowo Subianto dengan Gibran sangat praktis dan membumi penyampaiannya. Sementara yang lain itu penyampaiannya retorika dan sepertinya mau memberikan seminar motivasi."Pandangan saya terlihat karakteristik dari ketiga calon presiden, calon nomor 2 lebih unggul karena praktis dan membumi penyampaiannya. Dua calon lain banyak retorika dan kesan sampaikan seminar. Itu terlihat dari apa yang mereka ungkapkan, pernyataan-pernyataan apa yang mereka lontarkan, gagasan mereka sampaikan hingga terlihat karakteristik mereka masing-masing," kata Benhur saat dihubungi, Kamis (14/12).Dari 3 calon itu secara gamplang ia menilai, tentu salah satu pemenang akan mendrive (menyetir/menahkodai) bangsa Indonesia 5 tahun ke depan.Dia mengambil kesimpulan untuk calon nomor 1, dari kacamatanya, ia menilai dengan orang yang di sekitar Anis Baswedan dan Cak Imin yaitu kurang menguasai. "Saya mohon maaf. Kurang menguasai kalau kita contohkan driver tadi yaitu kurang menguasai jalan atau kurang mampu menyetir. Itu bukan untuk hanya pasangan calon nomor 1, tapi saya lihat juga semua timnya yang akan duduk nanti di kabinet. Walau Anis pernah jadi Gubernur DKI Jakarta bukan jadi representatif untuk mengendarai sebuah bangsa yang besar," terang Benhur Silitonga.Sementara kalau kita melihat pasangan calon nomor tiga, Ganjar Pranowo dan Mahmud MD serta tim pendukungnya, yaitu pasangan yang bagus sekali dan cakap sekali. Mereka akan mampu menyetir sebuah bangsa dan tahu peta jalan serta sangat mengerti mereka mau dibawa kemana bangsa ini."Cuman masalahnya saat lihat debat itu, saya jadi teringat kita pintar bawa mobil tapi ada orangtua di samping kita. Begitu mobil ini jalan dia tentu banyak ketakutan hingga bilang kurangi kecepatan, jangan kencang kali, liat kiri dan kanan. Jadi banyak kali nanti distraksi yang mengganggu karena dia tidak bebas. Sehebat-hebatnya Prof Mahmud gak akan bebas berimprovisasi, karena ada orangtua kita yang jadi penumpang. Itu saya lihat bukan dari personnya namun secara komplit termasuk partai pendukungnya," tuturnya.Untuk pasangan nomor 2 yaitu Prabowo -Gibran dalam pandangan Benhur secara umum, kelompok mereka sebahagian yang duduk di pemerintahan sekarang. Tentu bila Prabowo -Gibran menang maka kelompok mereka juga yang di pemerintahan."Bagi kita nilai mereka cakap untuk mendrive bangsa ini dan tentu mereka sangat tau jalan. Cuman masalahnya jangan karena sudah tau jalan bangsa ini jadi ugal-ugalan. Kita harus berdoa jangan sampai ugal-ugalan bawa bangsa ini," tutur Benhur.Dia mengajak masyarakat terserah mau pilih yang mana. Dia melihat secara utuh dari debat itu bukan berpihak ke nomor 2, namuan secara realita pasangan nomor tersebut menyampaikan itu sangat praktis dan membumi mendarat penyampaiannya. Sementara yang lain itu penyampaiannya retorika dan sepertinya mau berikan seminar motivasi.SIKAP PRAPOWO HARGAI JOKOWI DIAPRESIASISementara pembaca SIB lainnya, Edison Efendi Marpaung SH menilai debat tersebut khusus untuk nomor 2 bernilai positif. Sikap Prabowo yang menghargai Presiden Joko Widodo sangat diapresiasinya."Intinya apapun hasil debat capres kekuatan politik pengaruh Jokowi ditambah pengaruh Prabowo sangat besar untuk dukungan pasangan calon Presiden yaitu Prabowo dengan Gibran. Sikap Prabowo menghargai Presiden Jokowi diapresiasi pemilih," kata Edison.Sebab menurut dia di waktu yang sama ada segelintir orang yang justru mencaci maki, menghina dan mengkecil-kecilkan Jokowi. Hal ini membuat simpati masyarakat terhadap Jokowi."Maka kemana Jokowi dukung, rakyat mendukungnya. Prabowo man of moment untuk Pilpres 2024. Gibran sudah sosok mewakili dukungan Jokowi," prediksi Edison.(**)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Rico Waas Tekankan Sinergi Tripartit untuk Perkuat Iklim Investasi dan Lapangan Kerja

Medan Sekitarnya

63 dari 100 Perkara di Palas Kasus Narkotika, Kejari: Dipicu Faktor Ekonomi

Medan Sekitarnya

Haris Muda Siregar Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI Medan 2026–2030

Medan Sekitarnya

Warga Desa Harenoro dan Sisarahililaza Sambut Baik Proyek Listrik Desa, Berikan Lahan dan Tenaga Gratis

Medan Sekitarnya

Boydo Panjaitan Bantah Aksi Tolak SE Wali Kota Bawa Simbol Agama

Medan Sekitarnya

MPKW Sumut-Aceh Gelar Perayaan Paskah 11 April 2026, Perkuat Kebangkitan Pendidikan Kristen