Medan (SIB)
Para tokoh partai politik (Parpol) di Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat agar berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024 yang akan digelar pada 14 Februari dan jangan ada yang golput, karena suara masyarakat menentukan arah kepemimpinan bangsa lima tahun ke depan.
Hal itu diungkapkan fungsionaris DPD Partai Hanura Sumut Ebenejer Sitorus SE dan fungsionaris DPD Partai Golkar Sumut Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM kepada wartawan, Rabu (10/1) melalui telepon di Medan.
“Partisipasi pemilih, kita harapkan sebesar-besarnya datang ke TPS menggunakan hak suaranya, sehingga pesta demokrasi yang menghabiskan anggaran triliunan rupiah ini betul-betul ada manfaatnya bagi negara serta bisa memilih pemimpin yang berkualitas, baik di Pileg (pemilihan legislatif) maupun di Pilpres (pemilihan presiden),” ujar Parlaungan Simangunsong.
Bahkan mantan anggota DPRD Sumut ini menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, agar jangan sampai ada seorang pun yang golput (golongan putih/tidak gunakan hak pilihnya), karena suara rakyat yang akan menentukan arah masa depan bangsa
“Semua pihak harus ikut memberikan motivasi kepada masyarakat agar tidak ada yang malas-malasan datang ke TPS. Berikanlah waktu kita untuk menentukan pilihan di bilik suara. Pilihlah Caleg atau Capres/Cawapres sesuai hati nurani," tambah Ebenejer.
Diakui Parlaungan dan Ebenejer, saat ini para pendukung Capres/Cawapres sudah mulai "terbelah" dan semakin hari terlihat semakin fanatik menjagokan calonnya, sehingga kerap terlihat "perang" kata-kata antar pendukung yang satu dengan lainnya di media sosial.
"Silakan menjagokan calonnya masing-masing, tapi jangan sampai menimbulkan permusuhan dan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Ketiga Capres/Cawapres merupakan putra terbaik bangsa, mari kita pilih sesuai dengan keinginan kita. Jangan ada perkelahian gara-gara beda pilihan," tandas Parlaungan.
Ebenejer Sitorus juga mengingatkan seluruh masyarakat agar jangan ikut-ikutan menyebar fitnah maupun hoaks yang intinya menjelek-jelekkan Capres/Cawapres tertentu, baik secara langsung maupun media sosial, karena akan merugikan bagi bangsa Indonesia.
"Cerdas lah menyikapi informasi atau isu-isu yang sengaja dihembuskan oleh kelompok tertentu yang kemungkinan, bisa saja menginginkan situasi Pemilu jadi kacau," tandas Ebenejer sembari mengajak seluruh elemen masyarakat tetap mengutamakan kepentingan bangsa.(**)