Medan (harianSIB.com)Sejumlah warga kelahiran Kabupaten Samosir di Kota Medan, mengaku sangat menyesalkan
Pemkab Samosir tidak sejak jauh hari memikirkan dan mengupayakan solusi mengatasi kemacetan yang sering terjadi di Kota
Pangururan, sebagai konsekwensi dari pembangunan besar-besaran yang gencar dilakukan pemerintah pusat di Kabupaten Samosir."Kita yakin, para petinggi di
Pemkab Samosir sudah mengetahui bahwa konsekwensi pembangunan beberapa destinasi wisata di Kabupaten Samosir akan terjadi lonjakan pengunjung dari luar daerah. Tapi
Pemkab Samosir terkesan tak mau melakukan upaya untuk mengantisipasi dampak dari kenaikan jumlah pengunjung tersebut, sehingga sering terjadi kemacetan parah di Kota
Pangururan, terutama di hari-hari libur. Itu yang kita sesalkan kepada
Pemkab Samosir," kata pria kelahiran Samosir, Oloan Simbolon ST kepada Jurnalis SIB News Network (SNN), di Medan, Rabu (3/7/2024).
Sebab, menurutnya, bila kondisi kemacetan itu tetap dibiarkan, para pengunjung Samosir akan jera untuk datang kembali.
Karena itu, agar kemacetan parah di ibukota Kabupaten Samosir itu segera teratasi, mantan anggota DPRD Sumut ini menyarankan kepada Pemkab Samosir supaya segera nengupayakan lahan parkir terpusat yang bisa menampung kendaraan wisatawan yang datang, sehingga dapat mengurangi volume lalu lintas di ruas-ruas jalan yang memang tidak banyak bertambah di Kota Pangururan.
Kemudian dari tempat parkir itu, disediakan angkutan penumpang yang dapat digunakan secara rutin ke tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Samosir.
"Hal itu bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab Samosir, atau mengupayakan pendanaan dari pemerintah pusat, atau bekerja sama dengan pihak swasta. Artinya, Pemkab Samosir jangan lagi membiarkan kemacetan itu terjadi, karena akan membuat orang tak mau lagi berwisata ke Samosir," kata Oloan Simbolon.
KURANG PENGATURAN
Ketua Partukkoan Adat Samosir, Matua Simbolon secara terpisah menyebut, kemacetan yang sering terjadi di Pangururan, utamanya di sekitar lokasi Water Fron City (WFC) yang dibangun pemerintah pusat.
Antara lain, di pintu masuk Samosir Jembatan Tano Ponggol, depan Mapolres, Simpang empat HKBP Bolon, SPBU Jalan FL Tobing Pardomuan satu dan lainnya.Dari lokasi-lokasi itu, menurut Martua, kendaraan tetap saja bebas menuju WFC membuat terjadinya kemacetan.
Karena itu, kepada Pemkab Samosir, dia memminta supaya mengambil kebijakan solusi, misalnya dengan membatasi akses masuk ke kawasan WFC dan mengupayakan adanya akses khusus keluar dari kawasan WFC.
"Apapun ceritanya, Pemkab Samosir harus segera mencari solusi mengatasi masalah lalu lintas di Kota Pangururan tersebut, agar wisatawan tetap datang bahkan terus meningkat ke Kabupaten Samosir," kata Martua Simbolon.
BUAT JALAN
Sementara itu, Bangun Simanjuntak (Atak S'takS) menyatakan memaklumi kemacetan di Kota Pangururan itu, sebagai tanda adanya pembangunan besar-besaran di tempat-tempat wisata Kabupaten Samosir seperti Jembatan Tano Ponggol, WFC, Patung Jesus di Sibeabea dan jalan keliling (ringroad) Pulau Samosir yang sudah bagus dan telah mengundang datangnya para wisatawan hingga berdampak pada meningkatnya pendapan masyarakat Kabupaten Samosir.
"Itu semua harus disyukuri masyarakat dan Pemkab Samosir. Karena hotel-hotel dan penginapan juga sudah mulai berisi. Itu tandanya pembangunan destinasi wisata prioritas kawasan Danau Toba, termasuk Samosir oleh pemerintah pusat sudah mulai menunjukkan hasil," kata Simanjuntak.
Karena itu, dia juga meminta Pemkab Samosir menyambut baik peningkatan jumlah pengunjung ke Kabupaten Samosir tersebut dengan membuat kebijakan yang dapat membuat para wisatawan ketagihan datang menikmati keindahan dan alam Samosir, dan bukan justru membuatnya menjadi jera.
Antara lain dengan segera mengatasi kemacetan yang sering melanda Kota Pangururan melalui pembangunan jalan dari belakang HKBP Bolon tembus ke Rianiate dan Onan Baru.
"Kemudian mengupayakan pembangunan jalan layang, sebab berdasarkan tofografi wilayah Samosir memang sudah sulit membuat jalan darat yang baru. Jadi Pemkab Samosir harus intensif komunikasi dengan pemerintah pusat agar pembuatan jalan tersebut bisa segera terwujud," sebut Bangun Simanjuntak. (**)