Medan (harianSIB.com)Warga
Ladang Bambu belum merasakan pengelolaan sampah yang sebenarnya dari
Pemko Medan. Masih banyak sampah berserakan dan sudah sering sampah warga tidak diangkut, padahal warga sudah rutin membayar iuran sampah.
"Kami belum rasakan pengelolaan sampah yang benar dari pemerintah. Kumpulan STM kami sudah sering melakukan gotong royong, namun pemerintah tidak ambil bagian di sana. Sampah lama sekali baru diangkut," ujar warga Ladang Bambu, Rudolf Sirait kepada Anggota DPRD Medan Ir Hendri Duin Sembiring, saat menggelar Sosialisasi Perda No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Sabtu sore (13/7/2024), di Perumahan Bambu Mas Permai, Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, yang dihadiri ratusan warga.
Warga menyadari, kalau lingkungan kotor, dapat menyebabkan berbagai penyakit bahkan berdampak banjir dikarenakan saluran parit tersumbat dipenuhi sampah
Hal senada diungkapkan Asni warga Lingkungan III, yang menyebutkan warga sudah membayar iuran sampah namun sampah yang ada tidak rutin diangkut. Sehingga banyak sampah berceceran di jalanan akibat dibawa hewan dari tong sampah.
Menjawab itu, Hendri Duin Sembiring mengatakan, harusnya lurah dan Kepling tanggap terhadap terhadap adanya inisiasi masyarakat untuk melakukan gotong royong.
"Jangan sampai pihak kelurahan atau Kepling tidak mau tahu dengan kegiatan gotong royong untuk kebersihan lingkungan yang dilaksanakan warganya," ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Untuk itu, diharapkan warga agar berkoordinasi dengan Kepling kalau melakukan gotong royong agar difasilitasi. STM warga juga bisa menyiapkan beca pengangkut sampah dan berkeliling mengangkut sampah warga dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan. (**)