Sergai (harianSIB.com)Majelis Taklim Muslimah Dambaan (MTMD) telah menjadi salah satu pilar penting dalam upaya mewujudkan Kabupaten Serdangbedagai (
Sergai) sebagai daerah yang tidak hanya mandiri dan sejahtera, tetapi juga religius, sebagai satu kesatuan dari
Sergai yang "Maju Terus".
Melalui pengajian akbar yang rutin digelar di 17 kecamatan se-Sergai, MTMD berhasil merangkul ribuan muslimah dari berbagai lapisan masyarakat, memberikan dampak positif yang signifikan tidak hanya pada tingkat individu, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
MTMD adalah kegiatan yang mampu menjangkau hingga pelosok desa di Sergai sehingga banyak muslimah yang bisa ikut berpartisipasi. MTMD tidak hanya berpusat di ibukota kabupaten, tetapi secara aktif menyelenggarakan pengajian di berbagai kecamatan dan desa, memastikan bahwa muslimah di seluruh Sergai memiliki akses yang sama terhadap ilmu agama dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Bupati Sergai, H Darma Wijaya dalam keterangannya menyampaikan Pemkab Sergai memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan visi Sergai sebagai kabupaten yang religius. Menurutnya, MTMD mampu menjadi salah satu program strategis yang sejalan dengan visi tersebut.
"Saya dan Bapak Wakil Bupati Adlin Tambunan secara konsisten memberikan dukungan penuh terhadap MTMD. Kami menyadari betul peran penting MTMD dalam meningkatkan kualitas hidup muslimah dan mendukung program-program pembangunan daerah," terangnya.
Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini lebih lanjut menjelaskan, MTMD adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius dalam mewujudkan Sergai yang religius. Melalui kegiatan ini, muslimah tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga keterampilan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
TABLIG AKBAR :
Bupati Sergai, Darma Wijaya menghadiri Tablig Akbar yang digelar MTMD (Foto Dok/Diskominfo)Bagi Darma Wijaya, muslimah terutama kaum ibu, memegang peranan penting dalam membangun fondasi keluarga yang religius dan menjadi filter pertama bagi generasi muda dalam menghadapi globalisasi yang terkadang membawa ideologi yang menyimpang dari ajaran agama.
Editor
: Bantors Sihombing