Medan (SIB)Penasihat Fraksi Nusantara
DPRD SumutZeira Salim Ritonga mendesak Disdik (
Dinas Pendidikan) Sumut segera memanggil seluruh Kepala Sekolah (Kasek) SMA/SMK di Sumut untuk membuat kesepakatan bersama "zerokan" anak-anak geng motor di seluruh sekolah di Sumut."Disdik Sumut harus ikut berperan aktif untuk mencegah aksi geng motor yang disebut-sebut mayoritas berusia muda atau sebaya anak-anak SMA/SMK sederajat, dengan mensterilkan seluruh sekolah di Sumut, jangan sampai siswa/siswi terlibat geng motor," tandas
Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Selasa (13/8) melalui telepon di Medan.Ditambahkan Bendahara DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumut ini, selama ini Disdik Sumut belum terlihat ada aksinya yang spektakuler untuk mencegah semakin maraknya aksi gerombolan geng motor di Medan dan Sumut. Padahal anak-anak geng motor ini usianya diperkirakan seusia anak SMA/SMK.Atas dasar itu, tambah anggota Komisi B ini, pihaknya berharap kepada Disdik Sumut untuk ikut ambil bagian "memberangus" komplotan geng motor dengan membuat kesepakatan bersama dengan seluruh Kasek SMA/SMK untuk membersihkan sekolah masing-masing dari siswa/siswi yang ikut terlibat dalam gerombolan geng motor."Jika nantinya ada ditemukan siswa yang ikut terlibat dalam kelompok geng motor, segera pecat atau dikeluarkan dari sekolah. Terlebih dahulu panggil orang tuanya dengan memberi kesempatan terakhir, kalau putra mereka tidak segera keluar dari geng motor, pihak sekolah beri tindakan tegas berupa pemecatan," tandas Zeira.
Dukung Polda Sumut Penegasan itu disampaikan Zeira Salim menanggapi berita SIB, Selasa (13/8) terkait pernyataan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi yang mendorong Disdik Sumut untuk memberikan tindakan tegas terhadap pelaku yang tergabung dalam kelompok geng motor meresahkan masyarakat."Tugas kita semua mengawasi anak-anak sekolah agar tidak terlibat berbagai aktivitas yang menjurus tindak kriminal. Siapa saja yang terlibat aksi geng motor akan kita tindak tegas," ujarnya.Sebelumnya juga Kapolda Sumut menegaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) terhadap para pelaku geng motor yang meresahkan dan terlibat aksi kriminal.(**).