Pancurbatu (harianSIB.com)Lapas Kelas IIA Pancurbatu Kanwil Kemenkumham Sumut melakukan
peletakan batu pertama pembangunan
Cetiya,
tempat ibadah bagi
warga binaan beragama
Buddha dan
Hindu, Selasa (10/9/2024). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan
Vihara Pubbarama Medan dan
Dharmapala Nusantara Sumut.
Prosesi peletakan batu pertama dihadiri Kepala Vihara Pubbarama Medan YM Aggacito, serta Ketua Dharmapala Nusantara Sumut Jopi Margavira, bersama Sekretaris Chai Hok Hin, Bendahara Fenny Goh, dan rombongan.
Acara diawali dengan doa pembuka dipimpin YM Aggacito, sesuai dengan ajaran Buddha.
Kepala Lapas Kelas IIA Pancurbatu Nimrot Sihotang menegaskan, pembangunan Cetiya merupakan sebagai sarana pendukung spiritualitas bagi warga binaan beragama Buddha dan Hindu.
"Negara kita adalah negara Pancasila, dan kami membangun rumah ibadah ini agar dapat digunakan umat Buddha dan Hindu. Semoga kehadiran Cetiya ini bisa mempererat persatuan dan membangun rasa cinta kepada Lapas Pancurbatu dan Indonesia," ujarnya.
Ketua Dharmapala Nusantara Sumut Jopi Margavira berharap, sumbangan mereka bermanfaat bagi warga binaan.
"Kami tidak hanya mendukung umat Buddha, tetapi juga telah memberikan sumbangan berupa alat musik drum, gitar klasik dan mikrofon untuk Gereja Oikumene Lapas Pancurbatu, serta Al-Qur'an, bedug dan peci untuk Masjid At-Taubah. Kami juga berencana memberikan perpustakaan untuk warga binaan," katanya.
Acara diakhiri dengan peletakan batu pertama oleh Nimrot beserta jajaran pejabat struktural, rombongan Dharmapala Nusantara, serta para Bhikkhu dari Vihara Pubbarama.
Sebagai tanda penghargaan, Nimrot memberikan cinderamata berupa miniatur rumah adat Batak Karo, hasil kerajinan warga binaan, kepada Ketua Dharmapala Nusantara, Jopi Margavira.
Pembangunan Cetiya ini diharapkan dapat menjadi simbol persatuan dan memberikan dampak positif bagi seluruh warga binaan di Lapas Pancurbatu. (*)