Medan (harianSIB.com)Kekuatan spiritual dan iman harus menjadi pegangan pokok hidup kita di tengah-tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kemunculan kecerdasan buatan (AI) semakin membuat kita ragu apakah ini ciptaan manusia atau akan lebih hebat dari manusia di masa mendatang.
Di sisi lain, krisis kesantunan muncul di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, kita punya kewajiban untuk memberikan pemahaman bahwa kasih dan kesantunan adalah cerminan hidup.
Demikian dikatakan tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan MM dalam sambutannya saat menghadiri syukuran Tahun Baru 2025 GMI Wilayah I dan YPGMI, Selasa (14/1/2025)
"Kita harus menjadi cerminan dari apa yang senantiasa dikatakan oleh Alkitab bahwa kasihilah orang lain seperti dirimu sendiri. Kesantunan dan sopan santun yang dulu diajarkan orang tua kita harus menjadi utama di masa mendatang," ungkapnya.
Mantan Sekdaprov Sumut itu dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada gereja-gereja di Sumut khususnya GMI yang telah mendukungnya menjadi ketua umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Wilayah Sumut-Aceh.
Dia juga meminta kepada yayasan pendidikan gereja untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah kristen. "Saat ini ada sekolah-sekolah kristen yang tertinggal, terlupakan bahkan terpuruk. Karenanya sekolah-sekolah kristen harus kita semakin berkembang," terangnya. Karena itu, dia meminta dukungan dari Anggota DPD Pdt Penrad Siagian yang turut hadir.
Lebih lanjut diterangkannya bahwa MPK Wilayah Sumut-Aceh kini fokus pada pendidikan dan pelatihan bagi para guru-guru dan meningkatkan kualitas para murid.
"Kami merencanakan mendirikan yayasan award dan guru award serta fokus pada Olimpiade MM dan Sains sehingga sekolah-sekolah kristen berkembang," terangnya seraya menngucapkan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan GMI yang telah masuk di MPK. (*)