Medan
(harianSIB.com)Parkir berlangganan yang diberlakukan Dinas Perhubungan Kota Medan bersamaan dengan
parkir konvensional, membuat para juru
parkir (Jukir) kewalahan. Bukan hanya pendapatan yang menurun, termasuk juga tidak adanya perhatian Pemko terhadap mereka, menjadi persoalan tersendiri.
"Di lapangan, para pengendara seenaknya saja pergi tanpa peduli dengan para Jukir. Padahal, kami tidak pernah mendapatkan honor dari Pemko Medan. Paling hanya 2 bulan awal saja, dari 8 bulan sudah berjalan sistem parkir berlangganan ini," ujar salah seorang Jukir di Jalan Brigjend Katamso yang enggan menyebut namanya, Jumat (28/2/2025) kepada SNN saat diwawancarai.
Ia mengaku saat ini tidak mendapatkan honor (gaji) dari Pemko Medan untuk menjaga parkir yang berlangganan. Sempat 2 bulan dapat honor, namun itupun harus bisa menjual stiker parkir berlangganan sebanyak 25 buah.
"Setelah itu, sampai sekarang tidak pernah lagi mendapatkan gaji," ujarnya seraya menyebutkan mereka memperoleh penghasilan dari
parkir konvensional sambil menjaga
parkir berlangganan.
Saat ditanya, pria berusia sekira 45 tahun itu mengaku setiap hari harus ada setoran kepada vendor (orang yang kerjasama dengan Pemko). Setoran itu didapatkan dari retribus parkir konvensional sebesar Rp.3 ribu-5 ribu.
Setoran itu berbeda untuk setiap Jukir, mulai dari Rp.60 ribu perhari sampai 120 ribu, tergantung lokasi banyaknya orang yang
parkir. "Bahkan kalau lokasi yang ramai
parkirnya, bisa
setorannya sampai Rp.1 juta perhari," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Jukir yang bertugas di Jalan Jamin Gnting. Dirinya juga tidak pernah menerima gaji dari Pemko Medan. Penghasilannya didapatkan dari retribusi kendaraan yang parkir. Dikurang setoran harian yang tidak disebutkannya jumlahnya. "Paling bawa uang Rp.50-100 ribu perharinya," ujarnya.
Kendaraan yang sudah memakai stiker parkir berlangganan hampir semua tidak bayar parkir lagi, sedangkan yang konvensional hanya beberapa saja.
"Harapan kami, pemerintah melalui
Dishub agar memperhatikan nasib kami. Kalau yang
parkir 75 persen sudah memakai stiker
parkir berlangganan, apalagi penghasilan kami?," pungkasnya. (*)