Medan
(harianSIB.com)Gangguan listrik di
Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Sunggal yang terjadi pada 25-26 Februari 2025, berdampak besar terhadap distribusi air pelanggan
Perumda Tirtanadi.
Penurunan kapasitas produksi dari 2.400 liter/detik menjadi 1.500 liter/detik memperluas dampak gangguan, terutama bagi wilayah ujung jaringan seperti Perumahan Bumi Asri. Kondisi semakin diperparah dengan banjir di Sungai Sunggal pada 27 Februari, yang menghambat pengolahan air baku.
Meskipun operasional IPAM Sunggal telah kembali normal, distribusi air ke Bumi Asri masih membutuhkan waktu untuk stabil.Perumda Tirtanadi telah mengerahkan empat unit mobil tangki sebagai langkah darurat, sementara proses pemulihan penuh diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu.
Upaya komunikasi dari Kepala Bidang Publikasi dan Komunikasi Perumda Tirtanadi Lokot Parlindungan Siregar, termasuk dialog langsung dengan warga di Masjid Al Muhajirin, menunjukkan komitmen Tirtanadi untuk menangani keluhan pelanggan secara transparan.
Namun, kejadian ini menyoroti perlunya mitigasi risiko yang lebih baik, seperti cadangan daya untuk panel listrik serta sistem distribusi yang lebih adaptif terhadap kondisi darurat.(*)