Medan
(harianSIB.com) Anggota
DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat
Salmon Sumihar Sagala SE menerima keluhan masyarakat Kota
Kabanjahe, terkait krisis air minum yang terus terjadi di Kota
Kabanjahe dan
Berastagi, padahal
Indonesia sudah memasuki 80 tahun merdeka.
"Sangat miris, masalah krisis air minum di Kabupaten Karo khususnya Kota Kabanjahe dan Berastagi sudah puluhan tahun berlangsung. Ini menunjukkan ada masalah serius dalam pengelolaan sumber daya air, sehingga masyarakat sangat mengharapkan Bupati Karo melakukan terobosan baru untuk mengadakan air bersih dalam lima tahun program kerjanya," ujar Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Rabu (26/3/2025) di Medan.
Hal itu disampaikan Salmon Sumihar Sagala menanggapi adanya keluhan masyarakat Karo terkait terus berlangsungnya krisis air minum di Karo, saat melakukan kegiatan reses di Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, Karo sebenarnya memiliki banyak sumber mata air dari kawasan pegunungan, tetapi distribusinya terkesan belum optimal, sehingga perlu segera dibangun proyek air minum secara besar-besaran, guna mengatasi terus terjadinya krisis air minum.
"Jika anggaran tidak memadai untuk membangun proyek air bersih, ada solusi yang biayanya lebih murah, dengan membuat embung atau waduk kecil, guna menampung air saat musim hujan agar bisa digunakan saat musim kemarau," tandasnya.
Selain itu, tambah anggota Komisi B ini, bisa menggunakan teknologi sumur bor, jika sumber air permukaan tidak mencukupi serta teknologi penampungan air hujan, untuk dimanfaatkan saat kemarau dan yang paling efektif, bagun proyek air dengan memompa air dari "Sungai Laudah" Kabanjahe, untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Berkaitan dengan itu, tambah Salmon, pihaknya mengharapkan Pemkab Karo lebih serius mengalokasikan anggaran untuk proyek penyediaan air bersih dimaksud, apakah melakukan kerja sama dengan perusahaan swasta atau NGO untuk membangun sistem air bersih yang berkelanjutan.
"Solusi yang paling cepat mengatasi krisis air ini, hanya dengan membangun infrastruktur air minum yang lebih baik, sementara solusi jangka panjangnya adalah konservasi hutan dan sumber air. Jangan biarkan Karo tetap mengalami krisis air minum hingga dunia kiamat," ujar Salmon Sumihar Sagala.(*).