Medan
(harianSIB.com)Puluhan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam
Aksi Solidaritas Driver Medan (ASDM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (23/6/2025).
Mereka menolak kebijakan program GrabBike Hemat dan Slotfood yang dinilai merugikan penghasilan para driver.
Koordinator ASDM Timbul Siahaan mengatakan, bahwa program GrabBike Hemat yang memotong Rp15.000 untuk tujuh orderan serta Slotfood dengan tarif rendah telah menurunkan pendapatan driver secara signifikan.
Ia juga menyebutkan bahwa para driver merasa dipaksa mengikuti program tersebut karena bila tidak, akun mereka akan sepi orderan.
"Tarif terlalu rendah, tidak sebanding dengan biaya operasional seperti bensin dan servis kendaraan. Beban kerja meningkat, tapi pendapatan malah menurun," ujarnya.
ASDM menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain menghentikan pemotongan Rp15.000 untuk 7 orderan GrabBike Hemat,menjadikan program hemat bersifat opsional, bukan kewajiban tersembunyi, menghapus program Slotfood, melakukan evaluasi tarif ojek online secara berkala.
Melibatkan perwakilan driver dalam penyusunan kebijakan, mendorong regulasi daerah yang melindungi hak-hak driverdan ewajibkan aplikator mendaftarkan driver dalam program jaminan sosial.
Massa juga meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution segera menyusun peraturan daerah atau keputusan gubernur yang memberikan perlindungan hukum bagi pengemudi ojol di Sumut.
ASDM menegaskan, bahwa aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sistem kerja aplikator yang dinilai tidak adil dan hanya menguntungkan perusahaan, tanpa memperhatikan kesejahteraan mitra pengemudi.
Sementara Kadishub Sumut Agustinus Panjaitan yang menjumpai massa aksi berjanji akan mempertemukan pihak aplikasi dengan Driver Ojol. Setelah mendengar penjelasan itu massa akhirnya membubarkan diri. (*)