Medan (harianSIB.com)Kapolrestabes Medan,
Kombes Pol Dr Gidion Arif Setyawan mendadak pada, Kamis (26/6/2025) malam langsung mengecek oknum
Polantas berinisial Aiptu RH yang dikurung di ruangan penempatan khusus (Patsus) Si Propam Polrestabes.
Kombes Gidion ingin memastikan dan melihat secara langsung apakah penanganan yang dilakukan Si Propam Polrestabes Medan sudah sesuai dengan perintahnya untuk tegak lurus menghukum anggota yang bersalah atau tidak. Dan ternyata saat di cek langsung memang benar bahwa Aiptu RH berada di ruangan Patsus.
Pada kesempatan itu di depan sel Patsus Gidion sebagai Kapolrestabes Medan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kota Medan, khususnya kepada seorang ibu yang menjadi korban dari anggotanya bernama Rudi Hartono.
"Saya menegaskan, terhadap anggotanya mulai kemarin sudah dilakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan pihaknya melakukan patsus selama 30 hari terhadap oknum Polantas itu. Saya akan melakukan tindakan sekeras-kerasnya sesuai dengan pelanggaran yang Aiptu RH lakukan," katanya dengan tegas.
Kapolrestabes berjanji akan bertanggung jawab penuh jika ada pihak-pihak yang dirugikan akibat ulah dari Aiptu RH.
"Jika ada yang dirugikan dari yang bersangkutan, silahkan berhubungan dengan dia secara langsung," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Aiptu RH anggota Satlantas Polrestabes Medan melakukan pungutan liar terhadap seorang wanita pengendara sepeda motor yang melawan arus di Jalan Palang Merah di depan salah satu bank, Kecamatan Medan Kota, Rabu (25/6/2025) sekira pukul 09.30 WIB
Bukannya melakukan penindakan, Aiptu RH malah memaksa meminta uang Rp 100 ribu untuk kepentingan pribadinya. Aksi pungli Aiptu RH direkam oleh masyarakat melalui kamera handphone. Beberapa saat kemudian, video tersebut langsung viral di berbagai media sosial.
Akibat ulahnya, Aiptu RH diperiksa petugas Si Propam Polrestabes Medan. Usai dilakukan pemeriksaan, dia langsung dipatsus selama 30 hari. Hal itu dilakukan sebagai langkah tegas Kapolrestabes Medan untuk memberikan sanksi terhadap anggotanya.
Apalagi, aksi Aiptu RH yang membuat warga Kota Medan kecewa bercampur geram itu terjadi beberapa hari menjelang HUT ke-79 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli.(**)