Medan
(harianSIB.com)Polda Sumut melalui Kabid Humas,
Kombes Pol Ferry Walintukan memberikan tanggapan terkait beredarnya rekaman suara seorang yang diduga pejabat di Kementerian Koperasi mengatur
paket proyek untuk
oknum polisi di Kota Medan.
"Saya sudah mendengar rekaman suara itu, Yang dimaksud itu polisi yang mana? Kan banyak polisi, ada Polisi Militer, Poĺisi Hutan, Polisi Pamong Praja. Itu ga jelas mengarah kemana," ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Saat ditanya, apakah Polda Sumut tidak berhak meminta klarifikasi kepada oknum yang berbicara di rekaman itu, Kombes Pol Ferry menyebut bukan wewenang pihaknya.
"Jika mau diklarifikasi ya harus dari Mabes Polri," ucapnya.
Ia pun menambahkan, jika ada sebutan paket bagian Polisi bukan berarti oknum tersebut membawa nama institusi.
"Bisa jadi oknum Polisi tersebut membawa nama pribadi untuk meminta paket," tegasnya.
Sebelumnya, beredar rekaman suara diduga seorang pejabat Asisten Deputi Penataan Kawasan Usaha pada Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), MH yang diduga mampu mengatur bagi-bagi paket proyek di jajaran Pemko Medan.
Terdengar suara dalam percakapan diduga MH menyebutkan institusi kepolisian. "Mainan polisi, tanya, mau duit apa mau paket. Kalau paket, mana pemain kau. Kita liat, kasihkan 10 persen. Kita udah tau jatah dia (diduga oknum polisi) 10 persen untuk kota ini. Itu lah bargaining-nya," ucapnya seperti dalam rekaman suara tersebut. (*)