Medan
(harianSIB.com)Demo di
DPRD Sumut ricuh, massa melempar
polisi. Awalnya massa adalah sekelompok driver Ojek Online menyampaikan aksi keprihatinan. Tapi tiba tiba, ada segerombolan massa yang terdiri dari anak-anak
remaja datang dengan beringas melempari barisan barikade
polisi yang menggunakan
tameng. Polisi dengan formasi bertahan dengan
tameng, walau mendapat lemparan dan pukulan dari massa. Ada yang melempar pakai batu, kayu dan benda benda keras lainnya. Untuk membubarkan massa
polisi melepaskan tembakan gas air mata
Suasana di jalan depan gedung DPRD Sumut hingga pukul 16.20 WIB masih tetap memanas, dimana para pengunjukrasa masih tetap melempari petugas yang membuat barikade menghempang pengunjukrasa masuk ke lokasi Gedung DPRD Sumut. Bahkan para pengunjukrasa ada juga yang menembaki barikade polisi dengan petasan.
Ratusan petugas dari TNI terlihat tetap berjaga-jaga di sekitar lokasi hingga di Lapangan Benteng yang persis berada di depan Gedung DPRD Sumut.Sementara di lokasi terlihat belum ada anggota DPRD Sumut menerima aspirasi pengunjukrasa. Yang terdengar di lokasi hanya teriakan-teriakan pengunjukrasa dan bunyi-bunyi petasan
Sekira pukul 16.35 WIB, petugas dengan tegas membubarkan massa pengunjukrasa dengan menembakkan gas air mata ke kerumunan massa hingga berlarian kocar-kacir ke berbagai penjuru sambil mencari air untuk mengatasi dampak gas air mata yang sudah mulai perih di mata.
Untuk sementara, suasana di lokasi terlihat lebih kondusif. Sementara pengunjukrasa yang berada di depan pintu gerbang DPRD Sumut tetap berorasi mulai 14.55 WIB.(**)