Medan
(harianSIB.com)Massa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumut yang tergabung dalam Gerakan
Mahasiswa Sumatera Utara (Gemasu) kembali bergejolak di depan gedung
DPRD Sumut, Jumat (29/8/2025), selain menyuarakan tuntutan rakyat, juga menyampaikan apresiasi kepada para wartawan yang dinilai tetap setia mendukung perjuangan mahasiswa melalui pemberitaan.
Menurut orator aksi, wartawan telah menjadi bagian penting dari perjuangan mahasiswa melawan ketidakadilan rezim dan penguasa. "Hanya rekan-rekan wartawan yang tetap setia menyampaikan informasi perjuangan mahasiswa di seluruh Indonesia. Tanpa mereka, suara mahasiswa bisa dibungkam," teriak salah seorang mahasiswa dari atas mobil komando.
Mahasiswa menyebut, melalui pemberitaan media, mereka mengetahui kekerasan aparat kepolisian terhadap rekan-rekan mahasiswa di berbagai daerah.
"Melalui berita wartawan, kami mengetahui kawan-kawan seperjuangan ditangkap, diinjak-injak tanpa perikemanusiaan. Dari situ semangat kami makin kuat untuk melawan kezaliman," ungkapnya.
Aksi tersebut juga menyinggung peristiwa tragis seorang penarik ojek online (ojol) yang disebut sebagai pejuang perubahan. Menurut mahasiswa, korban itu tewas setelah dilindas truk rantis Brimob. "Informasi ini kami peroleh dari media, sehingga kebenaran dan fakta bisa diketahui publik secara luas," tambah mahasiswa lainnya.